ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / lhokseumawe

Polisi Selidiki Motif Massa Bakar Dua Rumah

Rabu, 5 Maret 2014 11:50 WIB
LHOKSEUMAWE - Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe terus menyelidiki motif massa membakar dua unit rumah milik Juwairiah (45) dan anaknya Tety Heriani (30), warga Desa Teupin Rusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (3/3) malam.

Penelusuran itu dilakukan menyusul pengakuan pemilik rumah yang mengklaim pembakaran itu bermotif politik. Pihak korban menyatakan, rumahnya dibakar karena ada yang marah dengan dirinya sebab mendukung calon legislative (caleg) dari Partai Nasional Aceh (PNA). Sementara informasi lain yang diterima Prohaba, pembakaran tersebut karena tuduhan terhadap korban melakukan praktik santet.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachamnto melalui Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi kepada Prohaba kemarin menyebutkan, dirinya baru mendapat laporan dari korban. Karena itu, penyidik akan segera memanggil saksi-saksi untuk proses penyelidikan kasus tersebut. “Untuk motif kasus tersebut kami juga belum bisa memastikan. Dalam proses penyelidikan awal yang kami lakukan, massa membakar rumah tersebut karena kesal dan menuduh korban sebagai dukun santet. Tapi untuk lebih jelasnya kami masih perlu penyelidikan lanjutan,” katanya.

Sementara Tety kepada Prohaba kemarin, pasca kejadian tersebut mengatakan, ibunya sekarang tinggal di kawasan Bireuen di tempat keluarganya. Sementara Tety tidak menyebutkan keberadaanya. “Informasi yang kami dapatkan rumah ibu saya bukan massa yang membakarnya, tapi seseorang,” katanya.

Juwairiah saat di Polres Lhokseumawe Senin (3/3), menyebutkan, kalau dirinya akan mengungsi ke rumah saudaranya di Matang Geulumpang Dua, Bireuen.  “Tempat usaha dan rumah saya ludes terbakar. Kami tidak memiliki famili di kawasan ini, karena itu kami harus tinggal di kawasan Matang (Matang Geulumpang Dua) Bireuen,” ujar Juwairiah kepada Prohaba kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua unit rumah milik Juwairiah (45) dan anaknya Tety Heriani (30) warga Desa Teupin Rusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (3/3) sekitar pukul 00.15 WIB dibakar massa. Insiden itu berawal dari tuduhan jika Tetty adalah dukun santet. Sementara Tetty sendiri mengkaitkan aksi brutal warga itu, karena dirinya secara terang-terangan mendukung Partai Nasional Aceh (PNA).

Pembakaran itu sendiri terjadi ketika Tety dan ibunya sedang dievakuasi ke Mapolsek Sawang, untuk menghindari amuk warga. Tuduhan santet itu sendiri gara-gara warga kesurupan mengigau menyebutkan nama Tety saat kesurupan. Tety sendiri membantah keras tuduhan yang jelas jelas tidak bisa dibuktikan.(jf)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site