ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh jaya

Uang Tunai Rp 80 Juta Jadi Abu

Rabu, 19 Februari 2014 13:27 WIB
* Rumah Kosong di Mon Geudong Terbakar  

CALANG - Uang tunai Rp 80 juta menjadi abu setelah sijago merah melahap rumah Tarmizi (45) di Seunebok Padang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Selasa (18/2), sekira pukul 14.10 WIB. Diduga, peristiwa itu terjadi akibat korsleting listrik.

Sementara di Lhokseumawe, rumah Lutfiah di Jalan PWI-I Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Senin (17/2), sekira pukul 16.20 WIB dimangsa api. Untungnya, api mampu dijinakkan petugas pemadam kebakaran Pemko Lhokseumawe hingga tak melahap seluruh bagian rumah. Tak ada korban jiwa pada peristiwa di dua daerah itu.

Pada peristiwa Teunom, api dengan cepat menyambar seisi rumah. Barang-barang berharga mili Tarmizi ludes ddimangsa api. “Uang tunai Rp 80 juta yang saya simpan di lemari, emas 35 mayam, dan satu unit sepeda motor Honda Revo, tidak bisa saya selamatkan. Semuanya hangus,” ungkap  Tarmizi.

Saat ini, Tarmizi bersama istrinya, Khatijah (40), memperbaiki rumah toko (ruko) mereka di samping rumah yang masih tersisa dari jilatan api. Rencananya, mereka menetap di sana.

Saat api memangsa, rumah milik mantan Kepala Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sabe Meusampe di Mon Geudong itu dalam keadaan kosong. Menurut warga sekitar, rumah dimaksud telah lama tak ditempati. Bahkan, meteran listrik tak terpasang lagi di rumah dimaksud.

“Rumah itu sudah dua tahun kosong,” kata salah seorang tetangga di sela-sela kesibukan membawa masuk barang yang sempat dipindah.

Kata beberapa warga, pemilik rumah tersebut sedang menjalani hukuman di sebuah Lembaga Pemasyarakatan (LP) lantaran dituduh menyelewengkan uang yang dititipkan pemerintah daerah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh Utara. Namun, warga tak tahu di mana Lutfiah ditahan.

Azhari, warga lainnya menyebutkan, api pertama dilihat oleh seorang anak yang melintas. Kemudian, anak tersebut meneriaki. “Saya dan istri panik.Kami tak mengeluarkan barang-barang lagi, kecuali mobil, sepeda motor, dan barang berharga lainnya. Semua pakaian dan perabotan saya biarkan,” kata Azhari.

Seorang staf PLN Cabang Lhokseumawe, Mukhtar Juned, yang ikut turun ke lokasi kejadian, menyatakan pemantik api tak terkait arus listrik. Sebab, meteran listrik di rumah itu telah lama dicabut.

“Mungkin sudah lebih tiga tahun meterannya dicabut karena rekeningnya tak terlunasi. Tak ada lampu di rumah itu. Sesuai informasi tetangga, rumah itu sudah lama gelap dan tak ada yang tidur,” ungkap Mukhtar.

Sejumlah anggota kepolisian langsung mengamankan lokasi kebakaran. Kini, aparat Polres Lhokseumawe tengah menyelidiki kasus kebakaran itu.(c45/ib)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site