ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / kutaraja

Polisi Endus Bisnis Sabu di Balik Jeruji

Sabtu, 15 Februari 2014 11:43 WIB

* Kejari Musnahkan 4 Kg Lebih Ganja

BANDA ACEH - Pihak kepolisian Banda Aceh saat ini mengendus adanya dugaan bisnis narkoba terutama sabu sabu di cabang rutan, rutan, dan LP di seputaran Banda Aceh.

Sinyalemen itu diungkapkan Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, Kompol Dedy Darwinsyah, kepada wartawan di sela-sela pemusnahan barang bukti narkoba yang kasusnya telah berkekuatan hukum di Kejari Banda Aceh, kemarin.

Menurut Deddy, dari pengungkapan dan penelusuran yang telah dilakukan pihaknya, pengguna sabu di Banda Aceh selama ini mencakup usia remaja hingga orang tua, termasuk sebagian remaja perempuan dan ibu-ibu.

Khusus soal sinyalemen dugaan bisnis narkoba di balik jeruji besi itu, Deddy tidak merinci apakah pihak kepolisian akan melakukan langkah penelusuran lapangan. Termasuk mengadakan razia di lapas atau rutan. Namun Deddy mengingatkan agar semua pihak waspada dengan fenomena maraknya narkoba itu. “Selain pihak terkait, kita juga berharap peran orang tua membimbing anak-anak, terutama yang masih remaja agar jangan pernah mencoba-coba benda terlarang ini,” imbau Kompol Dedy.

 Bakar barang bukti
Sementara itu, Kejari Banda Aceh memusnahkan 4 kilogram (Kg) lebih ganja dan hampir 1,5 ons sabu-sabu di halaman Kantor Kejari Banda Aceh, Jumat (14/2) sore. Semua benda haram ini merupakan kumpulan barang bukti (BB) dari para terpidana kasus sabu-sabu dan ganja pada 2011, 2012, dan 2013, yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap dengan vonis antara lain tujuh tahun penjara.

Pemusnahan benda-benda terlarang ini dengan cara dibakar oleh Kajari Banda Aceh, Husni Thamrin SH, Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, Kompol Dedy Darwinsyah SE, dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari, Amriyata SH. “Total barang bukti selama tiga tahun yang dimusnahkan ini, yaitu ganja 4.023 gram atau 4 kilogram lebih dan sabu-sabu seberat 142,6 gram,” kata Kajari kepada wartawan di sela-sela pemusnahan ini.

Kajari menyebutkan umumnya tersangka dari BB ganja dan sabu-sabu itu adalah pemakai, namun juga ada sebagian kecil pengedar. Dilihat  dari jumlah tersangka setiap tahun pada 2011, 2012, dan 2013, maka bisa dipastikan pemakaian dan peredaran sabu yang terungkap di wilayah hukum Banda Aceh ini paling banyak pada 2012. “Misalnya dari jumlah BB, terpidana kasus sabu pada 2011 adalah 10 orang, pada 2012 meningkat jadi 96 orang, dan pada 2013 menurun menjadi 48 orang. Sedangkan terpidana kasus ganja, pada 2011 sebanyak 4 orang, pada 2012 naik menjadi 37 terpidana dan pada 2013 menurun menjadi 21 terpidana,” sebut Kajari.(sal)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site