ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Padamkan Api, Charles Terjungkal dari Atap

Jumat, 27 Desember 2013 11:32 WIB
* Empat Rumah Hangus

MEDAN - Nasib apes diterima pemuda Charles (28), Kamis (26/12) sekira pukul 10.00 WIB. Berusaha menghalau api yang menghanguskan rumah kontrakan di sebelah rumahnya, lelaki itu malah terjungkal dari atap, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kebakaran itu sendiri menimpa empat rumah penduduk di Jalan Panglima Denai, Gang Famili, Lingkungan IX, Kelurahan Tegalsari Mandala-III, Kecamatan Medan Denai,  Kamis (26/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Awalnya, korban ikut berjibaku memadamkan api yang menghanguskan rumah permanen yang berada dalam satu pekarangan, yang merupakan milik Muhammadiyah Wilayah Sumatera Utara. “Empat rumah ini merupakan  amal usaha milik Muhammadiyah yang juga disewa kepada warga Muhammadiyah. Rumah yang terbakar ini dikontrak Feri, Risma, Mudo Harahap, dan Sarwono. Api diduga awalnya terlihat dari rumah nomor 12-A yang disewa Riska yang ditinggal pergi kerja. Risma bekerja sebagai pekerja katering,” kata Indra Hasibuan, kepala lingkungan setempat.

Rumah Charles, kata Indra, merupakan rumah ke lima, namun bukan milik Yayasan Muhammadiyah dan bukan masuk lingkungan IX. Begitu melihat api menjulang tinggi, Charles takut api merembes ke rumahnya. Bersama warga lainnya, sembari menunggu datangnya tujuh  mobil damkar (pemadam kebakaran), warga termasuk Charles ikut membantu memadamkan api secara manual.

Namun saat berada di atap rumahnya, mungkin korban terpeleset dan jatuh ke bawah sekitar enam meter. Melihat korban terjatuh, sebagian warga sekitar itu melarikan korban ke Rumahsakit Muhammadiyah di Jalan Mandala by Pass, yang kebetulan dekat dengan lokasi kebakaran untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun sayang, karena peralatan medis di rumahsakit itu tak lengkap, korban dilarikan ke Rumahsakit Umum Daerah dr Pirngadi Medan. Hingga berita ini diturunkan, korban masih mejalani pertolongan medis dan rawat inap.

Kebakaran yang diawali suara letupan itu menimbulkan kobaran api yang cukup besar. Dugaan awal api berasal dari rumah yang dihuni Risma. Menurut warga, Risma menekuni bisnis katering, sehingga memunculkan dugaan suara letupan itu berasal dari kompor gas di dapurnya. “Tapi pas kejadian dia sudah pergi. Kemungkinan kompor yang digunakannya memasak meledak,” kata Fatimah (19), salah satu penghuni rumah yang turut menjadi korban.

Kepala lingkungan setempat, Indra Hasibuan menambahkan, kobaran api langsung membesar karena di dapur Risma banyak terdapat benda mudah terbakar. Kondisi rumah yang saling berdempetan membuat api dengan cepat merembet. “Setahu saya ini rumah milik Yayasan Muhammadiyah. Dikontrakin sama mereka,” ujarnya.

Amukan api yang terus membesar akhirnya berhasil dipadamkan setelah lima unit armada DP2K Medan dikerahkan ke lokasi. Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. “Kita masih menunggu hasil olah TKP. Jadi belum bisa dipastikanlah,” kata Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra.

Untuk memudahkan penyelidikan, polisi memagari keempat rumah itu dengan garis polisi. Beberapa barang bukti yang sudah gosong terlihat diamankan polisi. Sementara empat kepala keluarga yang menjadi korban mengungsi di rumah ibadah di dekat lokasi kejadian.(mad/lau)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site