ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Ratusan Nelayan tak Berani Melaut

Kamis, 12 Desember 2013 16:46 WIB
PANTAILABU - Ratusan nelayan di Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tak berani melaut karena takut menjadi korban badai dan gelombang tinggi yang terus ‘mengamuk’ di tengah laut.

Sejumlah nelayan yang ditemui mengatakan, sejak sepekan terakhir, ratusan kapal mereka terpaksa ditambatkan di muara Desa Paluh Sibaji akibat gelombang laut yang masih tinggi dan cuaca buruk.

Menurut nelayan, kondisi gelombang laut yang tinggi itu tak menentu, bias saja normal kembali dalam beberapa hari ini, namun jika normalnya cukup lama, mereka terpaksa alih profesi, ada yang ‘merantau’ ke Batangkuis atau ke Lubukpakam untuk menarik beca.

Gelombang tinggi di tengah laut mengancam perekonomian masyarakat nelayan tradisional di Pantai Labu itu, karena sebagian besar tangkapan ikan mereka merosot drastis hingga 50 persen jika dibanding saat cuaca normal.

Menurut Koordinator Himpunan Nelayan Pantailabu, Sanusi yang memberitahu Rabu (11/12), hasil tangkapan nelayan rata-rata hanya sampai 50%. “Nelayan tak berani melaut karena gelombang laut saat ini tingginya bisa mencapai 3-4 meter. Mereka hanya berani melaut dari pagi sampai pukul 11.00. Setelah itu, gelombang tinggi disertai angin kencang bisa saja terjadi tiba-tiba,” kata Sanusi.

“Kami terpaksa libur, karena ombaknya besar sekitar 3-4 meter,” kata seorang nelayan setempat, Sholikul Hadi (43) penduduk Pantai Labu Pekan, Rabu (11/12).

Apalagi sebelumnya pernah terjadi kapal ikan yang harus berputar-putar di laut karena kesulitan keluar dari ombak besar. Hal itu membuat nelayan trauma. “Sekarang ini kami memilih istirahat dan memperbaiki jaring.” Kata nelayan tersebut.

Para nelayan di Bagan Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, juga mengambil langkah serupa. Saat ini gelombang laut di Selat Malaka, kata nelayan mencapai empat meter sehingga kapal-kapal kecil dengan mesin 200-400 PK hingga 200 gros ton (GT) tak berani melaut karena bisa hanyut atau terhempas gelombang.(lau)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site