ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh tenggara

Polisi Musnahkan 177 Kg Bakong Ijo

Sabtu, 9 November 2013 10:20 WIB
* Tersangka Dua Kali Lolos ke Medan 

BLANGKEJEREN - Aparat Polres Gayo Lues (Galus) memusnahkan 177 bal ganja kering (bakong ijo) seberat 177 Kg di halaman Mapolres Galus, Jumat (8/11). Ganja tersebut merupakan hasil penangkapan dari dua tersangka Muslim Zein (28), warga Tembung, Sumatera Utara dan Amirudin (20), warga Remukut Kecamatan Pantan Cuaca, Galus 11 Oktober 2013 lalu.

Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung Kapolres Galus AKBP Achmadi didampingi Kasat Narkoba Ipda Agam S, jaksa Kejari  Blangkejeren, wakil ketua PN Blangkejeren, petugas kesehatan, perwakilan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) serta dua tersangka.

“Pemusnahan itu dilakukan dengan cepat  untuk menghindari penyalahgunaan barang bukti,” kata Kapolres Galus AKBP Achmadi didampingi Kasat Narkoba Ipda Agam S kepada Prohaba.

Dia sebutkan kedua tersangka kepada penyidik mengaku hanya sebagai kurir yang diberi upah Rp 200 ribu per Kg. Sedangkan pemilik ganja tersebut adalah warga Blangkejeren berinisial SR yang kini ditetapkan sebagai DPO Polres Galus. Bahkan tersangka mengaku, barang haram itu diperoleh dan dinaikkan ke mobil di kawasan Akang Siwah, Kecamatan Blangpegayon, Galus.

“Hingga saat ini penyelundupan ganja masih sering terjadi di wilayah Polres Galus. Dibutuhkan bantuan dari masyarakat untuk mengungkap semua ini agar generasi penerus bangsa selamat dari pengaruh narkoba,” sebut Ipda Agam S.

Tersangka Muslim Zein mengaku, sebelum ditangkap 11 Oktober lalu, sudah dua kali  berhasil meloloskan ganja dari Galus ke Medan lewat Blangkejeren menuju Takengon, selanjutnya Bireuen dan Kuala Simpang hingga Medan. Untuk tahap pertama, atau sebulan sebelum tertangkap, tersangka berhasil meloloskan sekitar 90 Kg ganja kering. Selanjutnya, sekitar tiga minggu kemudian kembali sukses meloloskan sekitar 80 Kg ganja kering lewat jalur yang sama yaitu Blangkejeren-Takengon-Bireuen-Kuala Simpang.

Menurut tersangka, untuk mengelabui aparat, ia selalu menggunakan baju kaos bertuliskan ‘Pengamanan di  Istana Presiden’ yang diberikan rekannya.

Sedangkan tersangka Amirudin, mengaku baru sekali menjadi kurir ganja dengan upah Rp 200 ribu per Kg. Bahkan dia mengenal rekannya di Medan yang tinggal bertetangga di samping rumah kosnya di kawasan Medan Tembung.  “Baru setahun masuk kuliah di Medan dan diajak kawan berbisnis ganja ini,” kata Amirudin. (c40) 

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site