ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / pidie

Pemilik Warkop Diparang Anak Tiri

Sabtu, 19 Oktober 2013 13:19 WIB
SIGLI - Nasib malang menimpa M Nur Saman (48). Warga Gampong Andeu, Kecamatan Mila, Pidie, ini harus mendapat perawatan di RSUD Sigli setelah dibacok Indra Gunawan (27), yang tak lain adalah anak tirinya, Rabu (17/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban mengalami cedera di kening dan tangan kiri.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Ibrahim SH, kepada Prohaba, mengaku pelaku sudah dibekuk Kamis dinihari. Pascapembacokan Indra Gunawan sempat kabur. Lalu pada dinihari pelaku pulang ke rumah.

“Kita akan periksa pelaku kepada saksi ahli jiwa. Karena dia pernah memakai narkoba dan masuk rumah sakit jiwa,” kata Kapolres.

Sementara itu, korban M Nur Saman dibesuk Prohaba di Ruangan Saraf RSUD Sigli, kemarin, masih terbaring lemah. Tapi korban sadar dan dapat bicara. Cairan infus mengalir ke tubuhnya. Dua luka bacok di kening memanjang sekira 3 centimeter. Dan satu lagi di siku kiri. “Yang di siku karena saya sempat menangkis saat bacokan kedua,” ujar Nur Saman lirih.

Nur Aini (40), istri korban, mengaku kalau anak pertamanya--daritiga bersaudara--itu sudah lama terpengaruh narkoba dan baru keluar penjara. Indra Gunawan juga sudah pernah dirawat di rumah sakit jiwa,” ujar Nur Aini.

Ihwal peristiwan naas itu, tutur Nur Aini. Ia bersama suami keduanya tersebut sedang menjaga warung. “Kami jualan kopi, mi dan kue. Ya warung kopi kecil di kampung,” tuturnya.

Lalu, sekira pukul 18.00 WIB, pelaku pulang ke rumah. Gelagatnya saat itu agak lain. Ia membuat teh manis sampai tiga gelas sambil menyembur-nyemburkan minuman itu.

Karena saat itu menjelang magrib, Nur Aini bangkit dari tempat duduknya untuk berwudhu. Ia mengaku sempat memberi isyarat ke suaminya supaya menjauh dari Indra Gunawan.

Baru saja Nur Aini bangkit, Indra keluar dengan sebilah parang langsung mendekati Nur Saman dan membacok kepala ayah tirinya itu. Ketika dibacok sekali lagi korban sempat ditangkis sehingga melukai siku kirinya.

Nur Aini yang menyaksikan peristiwa itu spontan histeris sehingga mengundang warga sekitar. Pelaku kabur hingga akhirnya berhasil ditangkap dinihari saat ia pulang.

Menurut Nur Aini, ia tidak tahu apa yang membuat anaknya membacok ayah tirinya. “Padahal selama ini ia cukup hormat dan segan, malah anak itu lebih suka marah ke saya, tapi apa boleh buat ternyata musibah ini terjadi,” ujar wanita paruh baya ini.(aya)

Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site