ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Pelajar Bersitegang dengan Polisi Razia

Minggu, 15 September 2013 11:05 WIB
MEDAN – Puluhan pelajar SMA Yayasan Harapan di Jalan Imam Bonjol, Medan Polonia nekat bersitegang dengan Polantas yang menggelar razia di dekat sekolah mereka, Sabtu (14/9) siang. Belakangan polisi memilih untuk mengakhiri razia, demi pertimbangan hal hal yang tak diinginkan.

Razia itu sendiri diarahkan untuk penertiban pengendara sepeda motor dan mobil yang belum cukup umur. Sebagai reaksi kecelakaan lalu lintas anak musisi Ahmad Dhani, AQJ yang sudah menewaskan tujuh orang.

Sikap perlawanan dari pelajar sekolah yang berlabel elit karena dihuni anak pejabat dan pengusaha ternama di Medan ini sudah mulai ditunjukkan ketika para siswa pulang sekolah. Seorang siswa yang mengendarai Honda Accord BK 1600 FZ bahkan terlihat sengaja melintas di depan polisi sembari menekan gas kuat-kuat berulangkali. Ketika didekati polisi, siswa tersebut langsung tancap gas melarikan diri. Namun pelarian itu tak lama, karena polisi berhasil menangkap mobil itu di depan rumah dinas Wali Kota Medan dan langsung membawa mobil itu ke lokasi razia.

Tak berapa lama, orang tua si siswa yang ditelepon hadir di lokasi razia. Suasana semakin memanas ketika puluhan rekan siswa yang ditilang mendatangi polisi dan beberapa di antaranya mengucapkan kalimat provokasi. Mereka menuding dalam razia itu polisi melakukan kekerasan dengan memukul salah satu pelajar. “Siapa yang dipukul. Tunjukkan orangnya, jangan sembarangan kalian,” kata polisi.

Tak satu pun dari puluhan siswa itu menjawab polisi, mereka tetap memilih berteriak dengan nada provokasi sembari mengerubungi polisi hingga posisi semakin merapat. Mendapat reaksi seperti itu, polisi sempat terlihat panik. “Kalian mau apa. Ngapai di sini ramai-ramai,” teriak polisi.

Polisi yang hanya berjumlah lima orang itu akhirnya mempercepat proses tilang terhadap siswa pengendara Honda Accord dan langsung memintanya ke Kantor Satlantas Medan. Tapi suasana bukannya mereda, justru semakin memanas ketika puluhan siswa menuntut pertanggung jawaban polisi yang mencengkeram leher seorang siswa berinisial R.

Permintaan siswa itu direspon polisi dengan mengajak R ke kantor polisi untuk membuat laporan pengaduan. Tapi ajakan ditolak R, dengan nada memelas, dia juga mengaku anak anggota polisi. ““Jangan mengada-ada kau, kau tadi yang memprovokasi kawan-kawanmu kan,” kata polisi lagi.

Tak lama berselang, polisi memilih mundur mengakhiri razia di sekolah elit itu yang juga disusul para siswa kembali ke sekolah mereka.(mad)


Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site