ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Demi Rp 2 Juta, Choidir Rela Jemput Ganja ke Aceh

Jumat, 19 Juli 2013 12:04 WIB
MEDAN - Tak memiliki pekerjaan dan ingin tampil mewah saat lebaran nanti membuat Choidir (32) betul-betul frustasi. Tapi demi menjaga gengsi, pemuda asal Jalan Bambu, Medan Timur ini pun nekat menjemput 10 kilogram ganja ke Banda Aceh. Alhasil, bukannya untung yang didapat, justru ia harus berlebaran di penjara.

Sepak terjang Choidir yang sudah direncanakan secara matang ini buyar seketika setelah polisi meringkusnya di Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Rabu (17/7) malam. Tersangka tak bisa mengelak, karena dari tas yang disandangnya ditemukan sejumlah bungkusan berisi ganja.

Kapolsek Medan Timur AKP Efianto mengungkapkan ganja itu sebanyak 10 kilogram yang dibawa tersangka dari Banda Aceh. Malam itu sesuai rencana ganja-ganja itu akan diserahkan Choidir kepada seseorang. Tapi bukannya orang tersebut yang datang, justru polisi yang muncul dan langsung memborgol tangan tersangka.

“Dia menunggu seseorang di sana. Mengakunya sih tak kenal, karena dia hanya disuruh menunggu di situ,” kata Efianto, Kamis (18/7).

Pernyataan itu tidak dibantah tersangka. Pria yang mengaku pengangguran ini memang disuruh Syaiful Bahri (DPO) untuk menyerahkan ganja itu kepada seseorang. Syaiful Bahri dinyatakan tersangka merupakan pemilik ganja itu dan berdomisili di Banda Aceh. Oleh Syaiful, tersangka dijanjikan komisi Rp 2 juta bila berhasil melaksanakan misi rahasia itu.

“Per kilonya dijanjikan Rp 200 ribu. Dia (Syaiful) gak bilang nama, cuma disuruh tunggu, nanti ada yang jemput,” ujarnya.

Tersangka mengaku tak begitu megenal Syaiful, karena perkenalan mereka melalui perantara lagi. Yang jelas kata dia, profesi kurir narkoba itu terpaksa dilakukannya agar bisa menjaga wibawa di hadapan keluarga saat lebaran nanti. “Kalau sudah begini nyesal kali aku. Memang khilaf kali kemarin itu,” tandasnya.

Polisi sediri tak begitu percaya dengan keterangan tersangka. Sebab tak tertutup kemungkinan ia merupakan bagian dari sindikat peredaran ganja antarprovinsi. “Kami masih terus kembangkan kasus ini. Bisa saja dia berbohong untuk melindungi jaringannya,” timpal Efianto.(mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site