ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / aceh besar

Penggembala Kerbau Tewas Ditebas Parang

Rabu, 10 Juli 2013 10:16 WIB
* Diduga Terlibat Perkelahian

BANDA ACEH - Persiapan warga Darul Imarah, Aceh Besar, menyambut Ramadhan ternodai dengan peristiwa berdarah. Kemarin sore, Muzakir (45), warga Lamcot, ditemukan tewas bersimbah darah dengan leher ditebas hingga nyaris putus di Lorong Tgk Abdul Hamid, Jalan Ir Mohd Thaher, desa sama.

Temuan jenazah penggembala kerbau itu sontak menggemparkan warga. Mendengar berita duka tersebut, pihak keluarga dan warga setempat langsung menuju ke lokasi.

Setiba pihak keluarga di lokasi, sekira pukul 17.40 WIB, tubuh Muzakir masih mengucurkan darah segar. Tak ada yang bisa memberikan keterangan terkait tewasnya Muzakir. Pihak keluarga maupun warga setempat tak mengetahui peristiwa yang menimpa pria itu.

Seluruh warga mengaku tidak melihat kejadian yang menewaskan Muzakir. Namun, sebelum peristiwa itu terjadi, diduga Muzakir sempat terlibat perkelahian dengan pelaku yang belum diketahui identitasnya. Dugaan itu dikuatkan dengan temuan sebilah parang berlumuran darah, tak jauh dari jasad Muzakir terkapar.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH, melalui Kasat Reskrim Kompol Erlin Tangjaya SH SIK, mengatakan dari lokasi polisi mengamankan sebilah parang, helm putih kombinasi merah, dan beberapa batang rokok kretek filter.

Meski sudah ada yang dicurigai, Erlin belum dapat menyimpulkan sebab Muzakir dan lawannya berkelahi. Kecurigaan itu didasari oleh keterangan yang disampaikan keluarga Muzakir.

“Kami masih mendalaminya. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan sudah ada titik terangnya,” kata Erlin kepada Prohaba, kemarin.

Didampingi Kapolsek Darul Imarah Iptu Machfud dan Kapolsek Luengbata AKP Bob Ilham Harahap, Erlin menjelaskan, pihaknya masih memintai keterangan keluarga dan rekan-rekan Muzakir, untuk mengungkap aktor di balik hilangnya nyawa penggembala kerbau itu.

Munawar dan Nyak Din yang ditemui di lokasi, mengaku baru mengetahui sepupu mereka tewas dalam kondisi tragis. “Kami sedih. Seharusnya hari ini (kemarin-red) kita semua bersenang-senang menyambut meugang, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Tapi, Allah berkehendak lain terhadap abang saya. Saya baru tahu karena baru pulang dari pasar Keutapang jualan daging di sana,” kata Munawar.

Demikian pula Nyak Din, yang sejak subuh ke Pasar Neusu melakukan kegiatan sama. Kedua sepupu Muzakir berharap banyak polisi agar segera menangkap pembunuh abang mereka.

Nyak Din menyebutkan, Muzakir anak kedua dari enam bersaudara pasangan Ibrahim dan Rainon. Sehari-harinya, Muzakir menggembala kerbau di sebuah hamparan padang rumput sekitar 200 meter dari rumahnya.(mir)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site