ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Bocah Dicabuli Saat Pulang Sekolah

Minggu, 26 Mei 2013 15:35 WIB
MEDAN - Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto, kemarin, membeberkan pihaknya menerima pengaduan orangtua yang anaknya  diduga dicabuli pria tak dikenal sepulang dari sekolah.

Laporan oengaduan yang diterima Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (24/5) menimpa seorang bocah--sebut saja namanya Melati (9)-- penduduk Kelurahan Tanah Enamratus, Kecamatan Medan Marelan.

Bocah ingusan itu diduga menjadi korban pencabulan orang tak dikenal sepulang dari sekolah. Selanjutnya korban berserta orangtuanya mengadukan kejadian itu ke Polres Pelabuhan Belawan.

Informasi yang diperoleh dari Polres Pelabuhan Belawan, menyebutkan, saat itu Melati baru saja pulang sekolah yang berada di kawasan Tanah Enamratus. Setahu bagaimana, Melati didatangi OTK ini, sembari mengatakan akan mengantar Melati pulang kerumahnya. Bocah yang masih lugu ini pun menurut saja dengan tawaran pelaku.

Ketika itu, untuk menghilangkan kecurigaan Melati, pelaku mengajak Melati untuk berkeliling di daerah Andan Sari. Namun pelaku membawa korban ke Pasar VII, Desa Manunggal, tepatnya  di daerah perkebunan tebu. Sesampai di tempat yang sunyi, pelaku (OTK) yang mengendarai sepedamotor jenis Honda Beat warna Putih, langsung memberhentikan sepedamotornya sambil mengeluarkan  sebilah pisau dan mengancam akan membunuh Melati bila tak mau dicabuli.

Melati yang masih bocah itu, tak sanggup melakukan perlawanan. Hingga OTK itu melampiaskan nafsu bejadnya dan memberikan uang Rp 20.000, sembari mengatakan untuk jajan. Melati pun tak menolak pemberian pelaku. Saat itu, pelaku langsung keluar dari kebun tebu. Sampai di pinggir jalan besar, OTK ini pun langsung memanggil becak bermotor (bettor) dan mengatakan tolong antarkan keponakan aku ini pulang ke rumah.

Di atas beca, Melati tak mau memberitahu kejadian itu dengan pengemudi bettor. Munglkin, Melati masih takut dengan ancaman pelaku biadab ini. Beberapa menit diperjalanan, tepat pukul 18.30 WIB, Melati pun tiba di rumah.

Sampai dirumah, Melati masih juga belum mau menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibunya. Namun sang ibu yang memiliki naluri cukup tajam terhadap anaknya, langsung menanyakan kepada pengemudi betor, kenapa anaknya pulang naik beca, karena anaknya tak pernah pulang sekolah naik beca. Lagi pula dari mana uangnya begitu banyak, karena sang ibu hanya memberikan uang jajan setiap hari termasuk ongkos angkot (labi-labi) Rp 5.000.- setiap hari. Tukang betor langsung menjawab pertanyaan ibu Melati.  Tadi di kebun tebu, kata penarik beca itu,  ada bapak-bapak yang ngaku om-nya minta untuk mengantarkan anak ini pulang. “Udah antarkan saja ke rumahnya,” kata sang ibu yang meniru kembali ucapan pelaku dan menirukan perkataan penarik beca tersebut di Polres Pelabuhan Belawan.

Sang ibu, tentu saja langsung curiga, tapi karena malam itu ia  melihat Melati masih trauma, ia memlih untuk diam, sembari menyuruh Melati mandi. Malam itu, Melati pun langsung tidur. Pada paginya, Jumat (24/5), ketika sang ibu sedang mencuci baju, dikejutkan dengan adanya bercak darah di celana dalam Melati.

Saat Melati terbangun, hendak berangkat sekolah, sang ibu pun memaksa agar Melati menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya. Tak lama, Melati pun menceritakan kejadian tersebut dengan sang ibu.

Bagai disambar petir di siang bolong, sang ibu pun terkejut, dan langsung memberitahu suaminya. Pagi itu juga, sang ibu mengadukan peristiwa yang dialami anaknya, Melati ke Polres Pelabuhan belawan.

“Aku malam itu udah curiga, kenapa anakku pulangnya malam kali. Karena kulihat anak ku masih trauma, kusuruh aja anakku mandi. Terus dia langsung tidur. Pas pagi aku nyuci, kulihat ada bercak darah di celana dalamnya. Pas bangun, langsung aja ku paksa anakku mengaku.

Disitu dia baru jujur,” kata sang ibu, sembari mengatakan Melati masih duduk dibangku SD kelas tiga. Polisi di Polres Pelabuhan Belawan masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan guna meringkus pelakunya.(lau)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site