ProHaba.co Mobile
home / haba medan

Perampok Bantai Satu Keluarga

Senin, 13 Mei 2013 10:32 WIB
* Hanya untuk Kotak Infak

MEDAN - Satu keluarga terdiri suami, istri dan anak perempuan yang masih berusia tujuh tahun tewas dibantai kawanan perampok di rumah mereka, Desa Sukamulia Hilir, Kecamatan Namorambe, Deliserdang, Minggu (12/5). Polisi mensinyalir aksi biadab itu hanya karena pelaku ingin menguasai kotak infak berisi Rp 5 juta.

Kesadisan pelaku terlihat jelas dari kondisi mayat ketiga korban yang belumuran darah. Jasad Patar Ginting (50) ditemukan bersimbah darah di depan rumah dengan kondisi tersungkur di kursi. Sedangkan istrinya, Handayani (45) meregang nyawa di depan pintu kamar mandi, dan anak mereka Siti Aisyah Ginting (7) yang masih kelas satu sekolah dasar bersimbah darah di kamar tidurnya.

Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patria Negara mengatakan ketiga korban mengalami luka akibat senjata tajam di bagian leher. Kondisi itu membuat lantai tempat ditemukannya jasad ketiga korban dibanjiri darah. Berdasarkan kesaksian tiga orang yang diperiksa di Polsek Namorambe, diduga kuat perampokan itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB.

“Jam empat pagi Kapolsek sudah kemari. Langsung menelusuri areal TKP,” kata Dicky di lokasi kejadian, Minggu (12/5).

Dari penyisiran yang dilakukan tim gabungan kepolisian di seputaran tempat kejadian perkara ditemukan sebuah kotak infak milik korban yang sudah kosong. Sebelumnya ada informasi kotak itu berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang berjumlah total Rp 5 juta. Selama ini kotak itu berfungsi sebagai sumbangan pasien korban yang membuka praktik perobatan alternatif di rumahnya.

Temuan itu langsung mengindikasikan pembunuhan sadis itu dilandasi perampokan. Kecurigaan itu ditambah dengan kondisi lemari pakaian di kamar tidur korban berantakan. Ada dugaan pelaku mengambil kotak perhiasan dan sejumlah uang dari lemari itu.

“Pelaku diduga kuat mengincar kotak infak itu. Kebetulan ketika ditemukan sudah kosong, informasi ada Rp 5 juta sebelumnya. Untuk sementara motifnya pencurian dengan kekerasan,” lanjut Dicky.

Diduga kuat kejahatan itu diawali pelaku dengan mematikan skring listrik rumah korban. Ketika korban keluar untuk mengaktifkan kembali listrik di rumahnya, pelaku langsung menyerangnya hingga tewas. Selanjutnya pelaku merangsek ke rumah dan mendapati istri dan anak korban.

Jasad ketiga korban selanjutnya dibawa ke RSUP Adam Malik untuk kepentingan visum dan autopsi. Dicky mengatakan tiga saksi yang diperiksa masih tetangga korban. Namun mereka tidak mengatahui persis kejadian itu, karena jarak rumah korban dengan tetangga terdekat cukup jauh.

“Polda sudah mengerahkan anjing pelacak dan Inafis (Indonesia Automatic Fingerprints Identification) untuk mendeteksi keberadaan pelaku. Jadi dalam kasus pembunuhan seperti ini, kami bersinergi dengan satuan lainnya,” tukas Dicky.(mad)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site