ProHaba.co Mobile
home / nanggroe / langsa

Siswa SMA dan Pelajar SMP Otaki Pencurian Mobil

Senin, 15 April 2013 09:36 WIB
* Pelaku Teman Dekat Anak Korban
* Mobil Disita di Bireuen


LANGSA - Aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Langsa mengungkap pencurian mobil Honda CRV BL 74 SM milik Marzaini, warga Jawa Muka, Kecamatan Langsa Kota. Dua pencuri utama kasus itu masih berstatus pelajar SMP dan siswa SMA dan juga teman dekat anak Marzaini.

Kasus pencurian mobil Honda CR-V itu terungkapk dari laporan Marzaini, pada Minggu (7/4) lalu. Dari hasil penyelidikan, polisi mengindentifikasi para pencuri mobil tersebut. Akhirnya, polisi menangkap S, pelajar setingkat SMP dan M, siswa SMA. Keduanya warga Kota Langsa.

Selain itu, polisi juga membekup dua dari tiga penadah, yakni R, siswa SMA di Bireun dan Amirul Wahyu (22), warga Alue Beurawe, Kecamatan Langsa Kota. Seorang lagi berinisial A, warga Langsa, masih buron.

Tak hanya itu, polisi juga membeureukah dua orang yang berperan membantu pencurian mobil itu. Mereka adalah Fauzan (19), warga Alu Merah, Bireun, dan Herman (20), warga Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Barat.

Bersama mereka, polisi ikut menyita mobil Honda CR-V hitam BL 74 SM, satu unit laptop, dan playstation-2 milik Marzaini.  Peristiwa itu bermula ketika S dan M mendatangi rumah Marzaini di Gang Keluarga, Gampong Jawa Muka, Minggu (7/4), sekira pukul 14.00 WIB. Kebetulan hari itu rumah sedang kosong. Marzaini dan keluarga tengah berada di Peureulak, Aceh Timur.

Kemudian, S dan M masuk melalui jendela belakang dengan cara merusak kunci. Kemudian menyatroni dua laptop, satu playstation, serta helm milik Marzaini. Selanjutnya, kedua pelajar ini masuk ke garasi mobil. Mereka merusak kunci pintu belakang CR-V dimaksud. Ternyata, Marzaini juga meninggalkan kunci serta STNK di dalam mobil itu. Setelah berhasil menghidupkan mobil, keduanya bergegas meninggalkan rumah Marzaini.

“Waktu itu S yang mengemudikan mobil milik Kabag Pertanahan Pemkab Aceh Timur ini. Kemudian pada Minggu malam, S dan M berserta Herman, langsung berangkat menuju ke Bireuen, untuk menyimpan mobil CR-V tersebut ke rumah R,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa, AKP Muhammad Firdaus kepada Prohaba, Minggu (14/3).

Dari hasil penyelidikan pertama, polisi menangkap Herman di rumahnya di Alue Beurawe, Sabtu (13/4), sekira pukul 08.30 WIB. Beberapa menit kemudian, polisi kembali menangkap Fauzan, tak jauh dari rumah Herman.

Untuk terus mengak kasus itu, polisi membentuk dua tim. Pada hari sama, tim pertama juga menangkap M di jalan Rel Kereta Api, di Paya Bujok Beuramo, dan S di rumahnya. Tim kedua mengejar penadah di Bireuen. Pada Sabtu (13/4) itu juga, polisi menangkap R sekembali dia dari sekolahnya di sekitar rumahnya di Bireuen.

“Di rumah R inilah kami menyita mobil Honda CR-V milik Marzaini. Sedangkan satu unit laptop dan playstation, kami sita dari tangan Amirul Wahyu. Namun laptop lainnya masih berada di tangan A, yang kini masih kami buru,” ujar Firdaus.

Akibat perbuatannya, S dan M dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya, hukuman minimal tujuh tahun penjara. Sedangkan para penadah dikenakan pasal 480 KUHPidana. Hukumannnya penjara minimal empat tahun penjara.

Sedangkan Fauzan dan Herman yang terlibat membantu kejahatan itu, dikenakan pasal 55 jo 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.(c42)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site