ProHaba.co Mobile
home / nanggroe

Dua Unit Kapal Ikan Malaysia Dilepas

Kamis, 21 Maret 2013 02:33 WIB
BELAWAN - Setelah dua Unit Kapal ikan milik Malaysia No PKFB 1597 dan KHF 1957 ditangkap kapal patroli Pengawasan Sumberdaya Kelautan Perikanan (PSDKP) pada Senin (11/3) siang, karena melakukan pencurian ikan (Illegal Fishing), Rabu (20/3), sudah dilepas dengan alasan adanya MoU (perjanjian) antara Malaysia dengan Pemerintah Indonesia soal zona abu-abu di Selat Malaka.

Menurut Kepala PSDKP Belawan, Muchtar, Rabu (20/3) menyebutkan, dua kapal ikan Malaysia itu bukan dilepas, melainkan hanya disuruh kembali saja, sebab dalam perjanjian (Mou) yang telah dibuat antara Malaysia dengan Indonesia menyatakan, apabila ada kapal ikan yang berada di zona abu-abu di Selat Malaka maka kedua belah pihak harus menyuruh kembali kapal beserta awaknya.

“Ngak benar kami melakukan tangkap lepas dua kapal Malaysia tersebut, sebab kapal Malaysia itu, setelah diselidiki ternyata diamankan saat berada di zona abu-abu perairan Selat Malaka,” kata Muchtar meluruskan tudingan tangkap lepas terhadap dua kapal Malaysia tersebut.

Ditanya soal barang bukti ikan yang terlanjur dijual, Muchtar langsung menjawab, dari hasil penjualan itu seluruhnya dikembalikan kepada pemilik kapal. “Seluruh hasil penjualan ikan sebanyak 10 ton itu sudah kami kembalikan lagi kepada mereka, sebab kami wajib mematuhi MoU yang telah dibuat, kecuali jika kapal ikan dari negara Thailand tertangkap tangan,” tegas Kepala PSDKP Belawan tersebut.

Terkait dilepaskannya dua kapal Malaysia beserta para awak kapalnya, kasus yang sama menimpa empat  nelayan Indonesia asal Belawan KM Dwi Anugrah dinakhodai Emi Suheri (27) beserta 3 awak kapalnya Juheri (22), Alimudin (28) dan Fiki Hendera (17) yang sempat ditangkap kapal patroli laut Diraja Malaysia juga akhirnya dibebaskan, kemarin.

“Ya , benar empat nelayan Indonesia sudah dibebaskan kemarin yang acara serah terimanya dilaksanakan di balai pertemuan Pelabuhan Perikanan samudera Belawan (PPSB). Ini ada semacam barter karena negara kita sudah ada MoU dengan Malaysia di zona perairan abu-abu Selat Malaka, sehingga bila ada kapal ikan dari kedua belah pihak di zona tersebut, maka tak bisa ditangkap melainkan harus disuruh kembali kenegara asalnya,” kata Zulfachri Siagian, ketua DPC HNSI Kota Medan saat dimintai tanggapannya terkait dilepaskannya dua kapal ikan Malaysia.(lau)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site