ProHaba.co Mobile
home / nanggroe

Nurhabibah Melahirkan Sendiri di Kebun Sawit

Jumat, 1 Maret 2013 21:41 WIB
* Kasus Orok Ditemukan Pekerja Kebun

MEULABOH - Polisi kini terus menelusuri kasus temuan orok (bayi baru dilahirkan) di kebun PT Mapoli Raya. Belakangan sebuah cerita dramatis terungkap, orok di Afdeling 9 Desa Paya Luah, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat itu bukan dibuang oleh orang tuanya. Namun terlahir sendiri dalam kondisi darurat dan genting, saat sang ibu berusaha dilarikan ke Puskesmas untuk mencari bantuan tenaga medis.

‘Keajaiban’ itu terjadi Selasa (26/2) malam, saat ibu sang orok, bernama Nurhabibah berjuang dengan maut pada detik detik bayi itu akan lahir.

Sedangkan pekerja kebun baru menemukannya Rabu (27/2) sekira pukul 10.00 WIB. Bayi perempuan tersebut ternyata bukan dibuang oleh orangtuanya.

Cerita dramatis dan heroik itu terungkap, Jumat (1/3) dari sumber kepolisian. Terungkap jika, orangtua bayi bernama Nurhabibah (29), pada Selasa (26/2) sore sekitar pukul 18.00 WIB akan melahirkan, sehingga seorang kerabatnya membawanya ke Puskesmas Panton Reu (bukan Puskesmas Woyla seperti diberitakan lalu).

Dalam perjalanan menggunakan satu sepmor tiba-tiba mogok, sehingga Nurhabibah menunggu di lokasi kebun sawit, sedangkan yang membawa sepmor langsung ke Puskesmas mencari bantuan tenaga medis.

Ternyata Nurhabibah melahirkan sendiri dalam kebun sawit dan langsung tak sadarkan diri. Lalu pada beberapa waktu kemudian warga yang ke puskesmas bersama petugas menjemput Nurhabibah di lokasi kebun sawit. Namun yang didapati hanya Nurhabibah dalam keadaan tak sadarkan diri sedangkan bayinya tidak ada di lokasi sehingga hanya Nurhabibah yang dibawa ke Puskesmas Panton Reu.

Karena sudah malam sehingga esok harinya baru dicarikan bayi yang dilahirkan tersebut. Dan bayi ini  baru ditemukan oleh beberapa pekerja PT Mapoli di kebun sawit ketika mendengar tangisan sehingga didapati sosok bayi yang masih hidup.

Diduga selama satu malam dari pukul 18.00 hingga 10.00 WiB  bayi tersebut sendiri di kebun sawit. Setelah bayi ini ditemukan langsung dibawa ke Puskesmas Panton Reu dan dilanjutkan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Sumber polisi menambahkan, suami Nurhabibah saat ini dalam keadaan sakit di Simeulue, sedangkan bayi yang dilahirkan ini merupakan anak keempat mereka. Hari-hari Nurhabibah merupakan warga sebuah desa di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, dan tercatat sebagai pekerja masak di perusahaan sub dari PT Mapoli Raya. Sebelumnya sempat beredar informasi jika bayi ini sengaja dibuang sebab ditemukan oleh pekerja kebun sawit, sehingga polisi melacak orangtua sang bayi kala ditemukan kondisinya berdarah-darah.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai melalui Kasat Reskrim, Iptu M Ryan Citra Yudha didampingi KBO Reskrim, Ipda Chairil Anshar ditanyai Prohaba, Jumat kemarin mengakui, secara lisan terhadap ibu bayi ini sudah dimintai keterangan, sedangkan penyelidikan kasus ini oleh Polsek Woyla Timur. Sebelumnya Nurhabibah belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya. “Kasus itu tangani Polsek Woyla Timur,” ujar Chairil.(riz)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site