ProHaba.co Mobile
home / nanggroe

Pemuda Stres Parangi Ortu

Kamis, 8 November 2012 20:25 WIB
* Ibu Meninggal, Ayah Kritis

TAKENGON - Seorang pemuda yang diduga stress, Sukurdi (30) warga Kampung Lukup Sabun, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (7/11) malam, sekira pukul 19.30 WIB, membacok kedua orang tuanya. Tragis, sang ibu Faridah Inen Jawir (50) tewas mengenaskan, sementara ayah tersangka Ilyas Cibro (65), kritis dan terpaksa dilarikan ke RSU Datu Beru, Takengon.

Tragedi memilukan itu sontak membuat kaget warga di sekitar lokasi kejadian dan Kampung Lukup geger luar biasa. Warga tak menduga, jika pemuda yang dikabarkan telah berulang kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) ini, mengamuk hingga membacok kedua orang tuanya. Menurut sejumlah saksi mata, pemuda yang diduga stress ini, membacok ibunya Farida menggunakan parang.

Ketika kejadian itu, ibu tersangka, Farida, sedang terbaring di dapur rumah lantaran dalam keadaan sakit lumpuh. Tersangka Sukurdi, yang tiba-tiba mengamuk tanpa pikir panjang menghabisi ibunya yang tidak berdaya dengan sebilah parang. Setelah selesai mengeksekusi ibunya, Sukurdi, menghampiri ayahnya Ilyas Cibro yang ketika itu sedang shalat. Tak terkecuali, parang yang melekat ditangan tersangka, langsung diarahkan ke tubuh ayahnya yang sedang shalat.

Secara spontan Ilyas yang sedang shalat, melihat parang mengarah ke tubuhnya, mencoba menghindar dari sabetan benda tajam yang dilayangkan Sukurdi. Meski sempat terkena sabetan parang, namun Ilyas berhasil menyelamatkan diri dan lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong kepada para tetangga. “Ilyas sempat melakukan perlawanan sebelum lari keluar rumah. Melihat situasi seperti itu, puluhan masyarakat langsung keluar rumah termasuk langsung memberikan pertolongan terhadap Ilyas,” kata Zam-Zam, salah seorang saksi mata warga setempat, kepada sejumlah wartawan di RSU Datu Beru Takengon, Kamis (8/11) dini hari.      

Paska insiden tersebut, warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kute Panang. Sementara itu tersangka Sukurdi langsung mengurung diri di dalam rumahnya. Setelah pintu rumahnya berhasil didobrak, polisi menemukan tersangka dalam kondisi termenung di kamar dengan lantai berlumur darah. “Waktu ditemui, kondisi ibunya sudah tidak bernyawa karena menderita luka bekas tebasan parang di bagian leher. Sedangkan ketika diamankan, parang yang digunakan untuk menghabisi orang tuanya sudah dibersihkan,” papar saksi mata ini.      

Sementara itu berdasarkan keterangan yang berhasil diperoleh dari petugas di RSU Datu Beru, Takengon, korban Iliyas Cibro, mengalami luka sobek di bagian atas telinga kiri sampai pipi kiri dengan kedalaman 10 cm. Sedangkan, luka sobek di bagian kepala atas ukuran 1 cm x 0,5 cm, luka dibagian dahi kiri ukuran 3cm x 0,5 cm, luka sobek penggelengan tangan, punggung jari, telunjuk sebelah kiri dengan kedalaman 2 cm x 09,5 cm.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dicky Sondani Sik, melalui KBO Reskrim Aiptu W Sitohang, yang dihubungi, membenarkan adanya kejadian pembacokan hingga menewaskan salah sorang korban. Dan pihaknya telah melakukan olah TKP beberapa jam setelah kejadian. “Tersangka telah kami amankan bersama barang bukti (BB) di Polsek Kute Panang. Dan kasusnya sedang didalami, namun berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa,” kata W Sihotang. (c35)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site