ProHaba.co Mobile
home / nanggroe

Tim Antimaksiat Tangkap Pelaku Diduga Khalwat

Sabtu, 3 November 2012 18:46 WIB
LANGSA - Tim anti maksiat Dinas Syariat Langsa dan jajaran polisi syariah Wihayatul Hisbah (WH) yang melakukan patroli rutin, pada Sabtu (3/11) dini hari, mengamankan pasangan mahasiswa dan pelajar yang dipergoki berpelukan dan berciuman di atas sepmor. Kasus tersebut diserahkan kepada pihak gampong untuk diselesaikan secara reusam gampong.

Kadis SI Langsa Drs H Ibrahim Latif MM, didampingi komandan WH Fadhil S SosI, kemarin mengatakan, pasangan yang berhasil diamankan tim karena melanggar qanun Syariat Islam (SI) ini adalah, SF (21) mahasiswa di Langsa warga Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, dan pasangan wanitanya RT (19) pelajar SMA warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Keduanya ditangkap ketika sedang berpelukan dan berciuman, di atas sepmornya di sekitar Lapangan Kompi ban (lapangan belakang), Sabtu (3/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Mereka tertangkap basah dan tak dapat berkutik saat anggota WH sudah berada di dekat pelaku. Pada saat itu juga kedua pelanggar qanun SI ini digelandang ke Kantor SI Langsa. “Orang tua dan pihak gampong dari kedua pelanggar ini sepakat menyelesaikan persoalan itu sesuai adat gampong. Karena baru pertama kali mereka kita tangkap, maka kasus mereka kita serahkan kepada keluarganya, untuk diselesaikan secara adat atau diselesaikan secara reusam Gampong dimana temapt tinggal mereka masing-masing,” katanya.

Ibrahim Latif menambahkan, sebenarnya keduanya harus dicambuk di depan umum untuk membuat jera dan menjadi i’tibar kepada yang lain. Namun karena mereka baru pertama kali melakukan perbuatan itu, pihaknya memberikan keringanan tetapi tetap menandtangani tidak akan mengulangi perbuatannya. Selain itu status mereka juga masih mahasiswa dan pelajar, maka diserahkan kepada orang tuanya dan pihak Gampong untuk pembinaan selanjutnya.

Kadis SI menegaskan bahwa patroli dan razia rutin tim antimaksiat akan terus dilakukan, baik siang maupun malam hari untuk meminimalisir perbuatan masksiat atau pelanggaran terhadap qanun SI lainnya. “Kita nyatakan perang terhadap pelaku segala bentuk maksiat. Apalagi Pemko dan Polres serta TNI, telah memberikan dukungan penuh kepada DSI dan jajaran WH untuk terus melakukan langkah penegakan SI di daerah ini. Kita akan melawan dan mengusir pelaku pelaku maksiat dari Bumi Aceh,” tandasnya.(c42)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
PROHABA.co Network

Kembali ke Home
Full Site