Prohaba.co
Modus Baru Bisnis Narkoba, Sabu Dimasukkan ke Bola Tenis dan Bakso
Kamis, 27 Agustus 2020 14:52 WIB
27082020_AVD_11.jpg
SABU dimasukkan dalam bola tenis ditemukan di Rutan Sigli, Pidie, Selasa (25/8/2020).

SIGLI - Makin kreatif saja cara yang ditempuh pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Aceh. Baru saja terungkap di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Langsa bahwa seorang istri memasok sabu-sabu untuk suaminya dengan menyelipkannya di dalam bakso besar (bakso tenis), kini modus baru pemasokan sabu ke penjara terungkap pula di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sigli.

 

Dalam praktik terbaru di Rutan Sigli ini, seseorang dari luar yang belum diketahui siapa dia melemparkan sebuah bola tenis ke dalam rutan. Tak tahu juga ditujukan kepada narapidana (napi) atau tahanan yang mana. Yang jelas, bola mencurigakan itu ditemukan oleh sipir. Ketika dibuka, ternyata di dalamnya ditemukan sabu-sabu. Ketika ditimbang, beratnya 15 gram.

 

“Bola tenis berisi sabu tersebut ditemukan di rutan pada Selasa (25/8/2020). Kami duga ini modus baru peredaran sabu di rutan ini,” kata Kepala Rutan Sigli, A Halim Faisal, kepada Prohaba, Selasa (25/8/2020).

 

Sabu tersebut awalnya ditemukan sipir yang bertugas sebagai komandan jaga, bernama Zikri saat ia melakukan patroli pukul 07.00 WIB di dalam rutan. Tanpa sengaja Zikri melihat ada bola tenis yang mencurigakan di atas tanah rutan.

 

"Karena curiga, Zikri mengambil bola tersebut. Terlihat ada bekas sayatan. Setelah dibuka dengan mudah ternyata di dalamnya terdapa tiga paket sabu yang total beratnya 15 gram," kata Halim Faisal.

 

Setelah sabu di dalam bola tenis itu ditemukan, pihak Rutan Kelas II B Sigli langsung melaporkannya kepada Satnarkoba Polres Pidie. Barang bukti sabu di dalam bola tenis itu telah diserahkan kepada polisi.

 

Menurut Halim, sabu di dalam bola tenis itu tidak bertuan, dilempar seseorang dari luar rutan, sehingga belum diketahui kepada siapa barang haram itu ditujukan. "Belum ada yang dicurigai, sebab kita tidak ttahu siapa yang melempar bola tenis yang berisi sabu tersebut ke dalam rutan. Hingga kini, belum ada napi maupun tahanan yang diperiksa polisi," ujarnya.

 

Sementara itu, Rabu kemarin Harian Prohaba mewartakan, seorang wanitia berinisial NAU nekat memasukkan dua paket sabu-sabu senilai Rp 6,6 juta ke dalam sebutir bakso besar. Lalu bakso tersebut bersama lauk pauk dimasukkan ke dalam rantang dan dia suruh antar kepada perempuan lain untuk diserahkan kepada Ikhsan Jaya, teman suaminya yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Langsa.

 

Belakangan terungkap bahwa sabu-sabu itu pesanan suami NAU, yakni Iswahyudi yang juga napi di LP tersebut. Iswahyudi hanya memanfaatkan jasa Ikhsan sebagai penerima rantang berisi makanan dan bakso yang nantinya “isi bakso” tersebut akan diambil alih oleh Iswahyudi.

 

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Wijaya Yudi Stira Putra SH, Selasa (24/08/2020), mengatakan Iswahyudi sudah mengaku kepada penyidik Sat Resnarkoba Polres Langsa bahwa dua paket sabu di dalam bakso besar yang hendak diselundupkan ke LP Langsa itu dia yang order.

 

"Sabu-sabu itu disembunyikan dalam bakso makanan dan diantarkan oleh NAU, istri Iswahyudi. Tapi saat sabu itu dibawa masuk ke dalam LP, NAU menyuruh perempuan lain lagi," ujar Iptu Wijaya Yudi.

 

Kini, hanya Iswahyudi yang ditahan dan diproses dalam kasus ini. Sedangkan istrinya, NAU, maupun perempuan suruhannya saat mengantar bakso “bersabu” itu ke LP sudah melarikan diri. Polisi juga kini menguber Zul, pria yang disebut Iswahyudi yang menjual sabu-sabu senilai Rp 6,6 juta itu kepada istriny. (naz/zb)


Editor : bakri