Prohaba.co
Beraksi di Toko Ponsel, Pelajar asal Meureudu Dicokok Polisi
Jumat, 10 Juli 2020 16:48 WIB
serambinews_100720_adv_15.jpg
RESKRIM POLRES PIJAY
DUA anggota Satuan Reskrim Polres Pidie Jaya mengamankan AR (tengah) tersangka pelaku pencurian uang dan handphone di Toko Ponsel Riski. Tersangka memegang barang bukti berupa hp dan gunting pemotong terali besi, Kamis (9/7/2020).

MEUREUDU - Seorang pelajar asal Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay) berinisial AR (17) dicokok polisi pada Kamis (9/7/2020).

 

Ia diduga mencuri handphone (hp) dan uang di salah satu toko ponsel di wilayah Meureudu, Pijay. Akibatnya, satu pekan berikutnya aksi sang pelajar itu terungkap. Tersangka kini diamankan pihak Satuan Reskrim Polres Pijay.

 

“Sebelumnya atau sejak Kamis (2/7) pekan lalu AR dilaporkan pemilik toko ponsel," ujar Kapolres Pijay, AKBP Musbagh Ni'am SAg SH MH melalui Kasat Reskrim Iptu Dedy Miswar SSosI kepada Prohaba.

 

Menurut polisi, ketika beraksi AR terlebih dahulu memotong teralis besi ventilasi bagian pintu belakang toko ponsel tersebut pada Kamis (2/7/2020) sekira pukul 08.00 WIB.  Selanjutnya ia masuk ke dalam, lalu menjarah barang dan uang milik toko ponsel tersebut.

 

Pada hari yang sama, pemilik mendapati enam unit hp dan uang tunai Rp 2,4 juta telah raib dari dalam laci rak kaca.  Setelah ditotal, kerugian korban mencapai Rp 17,4 juta.

 

Atas dasar itulah korban membuat pengaduan ke polisi. Selang seminggu, tersangka pelaku berhasil diungkap.

 

Adapun barang bukti (BB) yang berhasil disita dari pelaku berupa satu unit hp merek Oppo F5 Youth, gunting pemotong besi, dan uang tunai Rp 300.000 hasil penjualan hp curian.

 

Atas tindakannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) KUHP juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

 

Dari hasil pengembangan kasus ini ternyata dalam menjarah toko ponsel itu AR turut melibatkan dua tersangka lainnya, yakni BMM dan FAS yang masih seusia dengannya dan kini masih menunggu tindakan lebih lanjut pihak kepolisian terhadap mereka. (c43)


Editor : bakri