Prohaba.co
Bandar Sabu asal Nagan Ditahan di Abdya
Jumat, 19 Juni 2020 16:30 WIB

* Kejar-kejaran dengan Petugas

 

BLANGPIDIE - JA bin MAK (34),  warga Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya yang diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu, menjalani pemeriksaan kemudian ditahan sebagai tersangka di Sat Resnarkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya), mulai Kamis (18/6/2020).

 

Tersangka yang juga residivis (penjahat kambuhan) ini sempat menjalani pengobatan luka robek di kepalanya di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD TP) Abdya sejak Senin (15/6/2020) sore.

 

Luka kepala yang dialami pria beristri ini terjadi setelah mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya terguling di jalan nasional Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee dalam aksi penangkapan yang dilancarkan Tim Sat Resnarkoba Polres Abdya, Senin sore, sekira pukul 15.00 WIB.

 

Dalam aksi penangkapan yang berlangsung dramatis itu, mobil Tim Sat Resnarkoba sempat kejar-kejaran di jalan nasional sejauh 2 km dengan tersangka yang mengemudi mobil Avanza putih.

 

Saat dipepet oleh mobil Tim Sat Resnarkoba Polres Abdya mengatakan, tersangka yang memacu mobil dalam kecepatan tinggi akhirnya terjungkal, setelah ban mobil turun ke berem jalan. JA bin MAK yang saat itu sendirian di dalam mobil mengalami luka di kepala. Ia kemudian dibawa ke RSUD TP Abdya di Padang Meurantee, Desa Ujong Padang, Susoh.

 

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kabag Ops AKP Haryono SE dan Kasat Resnarkoba Iptu Mahdian Siregar yang dihubungi Prohaba, Kamis menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas medis bahwa kondisi kesehatan JA sudah stabil, darahnya stabil, leher tidak patah, cuma memar.

 

Kondisi kesehatan JA sudah membaik sejak kemarin (Rabu).  Ia kemudian dibawa ke mapolres dan sempat ‘istirahat’ di mapolres didampingi istrinya.

 

“Mulai hari ini (Kamis) dimulai penyidikan (diminta keterangan) terhadap tersangka JA bin MAK dan resmi dilakukan penahanan,” kata Kasat Resnarkoba Iptu Mahdian Siregar.

 

Dalam proses penyidikan, penyidik juga meminta keterangan saksi, antara lain, aparatur Gampong Geulanggang Gajah, Kuala Batee, sebagai lokasi penangkapan.      

 

Tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Sub Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat  lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum.

 

Menurut Kapolres melalui Kabag Ops AKP Haryono dan Kasat Resnarkoba Iptu Mahdian Siregar, sekitar satu minggu ke depan dikirim Surat Perintah Dimulai Penyedikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Abdya. Selanjutnya, penyerahan berkas hasil pemeriksaan, tersangka dan barang bukti narkoba.  (nun)   


Editor : bakri