Prohaba.co
Brondong dan Janda Mesum di Blangpidie Dicambuk 58 Kali
Minggu, 1 Maret 2020 15:18 WIB
serambinews_010320_adv_8.jpg
PROHABA/RAHMAT SAPUTRA
PASANGAN mesum, janda IA (35) bersama pemuda IJS (28) yang ditangkap di salah satu penginapan di Blangpidie pada akhir September 2019 menjalani hukuman cambuk di halaman LP Blangpidie, Kamis 27 Februari 2020.

BLANGPIDIE ā€‘ Janda berinisial IA (35) dan brondong IJS (28) yang digerebek tim Satpol PP dan WH karena melakukan  hubungan terlarang di salah satu penginapan di Blangpidie pada akhir September 2019 akhirnya menjalani eksekusi cambuk masingā€‘masing 29 kali.

 

IA dan IJS menjalani eksekusi cambuk, Kamis 27 Februari 2020 di halaman Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas III Blangpidie, Abdya. Eksekusi cambuk dijalani kedua terdakwa setelah majelis hakim Mahkamah Syariyah Blangpidie menyatakan pasangan nonmuhrim itu terbukti melanggar Pasal 25 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

 

Terdakwa IA dan IJS, menurut hakim melakukan jarimah ikhtilath (bermesraā€‘mesraan) dan diganjar hukuman cambuk masingā€‘masing 30 kali namun dikurangi masa tahanan 1 bulan atau 1 kali cambuk.

 

Kajari Abdya, Nilawati SH MH melalui Kasi Pidum, M Agung SH MH membenarkan kedua terpidana terlibat kasus jarimah ikhtilath di salah satu penginapan di kawasan Blangpidie pada akhir September 2019.

 

Eksekusi cambuk disaksikan Asisten III Setdakab Adbya Nyak Seh SH, Kepala Mahkamah Syariyah Blangpidie, Kasi Pidum, sejumlah pejabat jajaran Pemkab Abdya, dan masyarakat.

 

Di akhir eskekusi cambuk, seorang terpiadan melakukan sujud syukur sehingga mengundang suasa riuh di kalangan hadirin yang menyaksikan prosesi tersebut.

 

Terpidana yang dihukum cambuk di halaman LP Blangpidie, Kamis 27 Februari 2020 adalah brondong berusia 28 tahun berinisial IJS asal Aceh Selatan dan janda IA (35) dari Abdya.

 

Seperti pernah diberitakan, pasangan tersebut digerebek oleh Satpol PP dan WH Abdya di salah satu hotel di Blangpidie pada akhir September 2019. Menurut kabar, ketika digerebek, pasangan nonmuhrim itu sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri namun terhenti ketika tim Satpol PP dan WH datang.

 

Penggerebekan itu berawal dari adanya informasi sejumlah warga yang menaruh curiga terhadap janda satu anak itu yang sering datang ke hotel tersebut dengan pasangan yang berbedaā€‘beda.

 

Menurut Informasi, IA memasang tarif bervariasi mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 500.000 setiap melayani lakiā€‘laki hidung belang. "Kalau Rp 200 ribu maka Rp 100 ribu untuk sewa hotel, selebihnya untuk dia (IA). Begitu juga jika tarifnya mahal, maka jatah hotel lebih tinggi,ā€ ujar seorang anggota Satpol PP dan WH Abdya mengutip hasil pemeriksaan IS dan IA.

 

Juga ada informasi, pekerjaan tersebut sudah lama dilakoni IA, persisnya sejak ditinggal oleh suami.(c50)


Editor : bakri

Aceh-barat-daya Populer