Prohaba.co
Hampir Sebulan Gajah Sumatera Terjerat di Kawasan Hutan Bireuen
Rabu, 26 Februari 2020 15:39 WIB

LHOKSEUMAWE – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh dan Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan didampingi tim medis dari Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah Banda Aceh menyelamatkan seekor gajah sumatera yang terkena jerat di Desa Alue Leuhop, Kemukiman Tambeu, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Minggu 23 Februari 2020.

 

Informasi diterima Prohaba, satwa dilindungi berumur tujuh tahun itu diperkirakan sudah terjerat selama tiga minggu di kawasan tersebut. “Keberadaan gajah itu kami ketahui berdasarkan laporan masyarakat kepada pihak CRU DAS Peusangan,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe BKSDA Aceh, Kamaruzzaman Shut.

 

Ketika tim tiba di lokasi ditemukan gajah dengan posisi kaki kanan terjerat dengan kabel sling. "Kondisi kaki hewan itu luka parah sehingga harus ditangani tim medis untuk penyembuhan,” kata Kamaruzzaman.

 

Gajah Sumatera merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

 

Gajah Sumatera merupakan salah satu spesies satwa liar prioritas yang populasinya kian terancam punah. "Karenanya kita mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Aceh untuk ikut menjaga satwa dilindungi itu ini dengan tidak memasang jerat di kawasan habitat hewan itu,” imbau Kamaruzzaman.

 

Pada 2019, BKSDA telah melakukan Operasi Sapu Jerat di beberapa titik kawasan hutan di Aceh dan ditemukan puluhan jerat. "Maraknya pemasangan jerat di kawasan hutan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keberlangsungan hidup satwa liar ini," pungkas Kamaruzzaman. (bah)


Editor : bakri