Prohaba.co
Cut Intan, Dari Pramugari Haji sampai Presenter Berita
Rabu, 26 Februari 2020 15:36 WIB
serambinews_260220_adv_10.jpg
Cut Intan

BAGI Anda pemirsa setia stasiun televisi lokal, Aceh TV tentu tak asing dengan wajah yang satu ini. Wajah cantiknya selalu muncul pada program Seputar Aceh setiap pukul 19.30 WIB. Tugas sebagai presenter berita di stasiun televisi tersebut dilakoni Cut Intan sejak 2006.

 

Intan, begitu perempuan kelahiran Banda Aceh, 9 Februari 1986 tersebut akrab disapa. Selain menekuni profesi sebagai presenter, dia juga dosen di Universitas Ubudiyah Banda Aceh. “Saya mengajar mata kuliah manajemen TV streaming,” ujar Intan menjawab Prohaba, Selasa (25/2).

 

Selain sebagai dosen dan presenter televisi, ternyata Intan juga pernah menjalani profesi yang oleh kebanyakan orang bisa jadi hanya sebatas angan, yaitu flight attendant hajj Garuda Indonesia atau pramugari haji di maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

 

Menurut Intan, profesi sebagai pramugari itu dijalaninya sejak 2005 hingga 2015. “Sempat off dua kali musim haji yaitu 2011 dan 2012 karena menikah,” ujar ibu dua putra yang kini berusia 8 dan 2 tahun.

 

Ditanya kiat‑kiatnya sehingga lolos sebagai pramugari, Intan mengaku tak ada kiat khusus. Dia mengikuti proses rekruitmen pramugari haji pada 2005 atau lebih kurang enam bulan pascatsunami 2004.

 

Menurut Intan, keinginannya untuk ke Tanah Suci begitu kuat. Keinginan itu pula yang semakin memotivasinya mengikuti tes pramugari haji.

 

Seorang pramugari, kata Intan minimal mampu menguasai satu bahasa asing dan tentu saja appearance yang good looking (penampilan yang enak dipandang). Kemudian yang tak kalah penting adalah memiliki wawasan luas. “Sikap dan perilaku juga sangat diperhatikan,” ujar istri dari wiraswastawan ini.

 

Profesi sebagai pramugari haji yang dijalani oleh Intan sejak 2005 harus diakhirinya pada 2015 karena mulai 2016 dia fokus mengikuti pendidikan Program S2 Akuntansi Unsyiah. “Alhamdulillah semuanya berjalan baik‑baik saja dan saya sangat bersyukur atas apa yang saya dapatkan,” ujar Intan yang tinggal di kawasan Keutapang, Aceh Besar.(nas)


Editor : bakri