Prohaba.co
Pemuda Abdya Divonis 8 Tahun
Selasa, 18 Februari 2020 16:15 WIB

* TERBUKTI CABULI ANAK DI BAWAH UMUR

 

BLANGPIDIE ā€‘  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie memvonis 8 tahun penjara terhadap Rahmatillah (19), pemuda Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) karena terbukti mencabuli anak di bawah umur, sebut saja namanya Bunga (16), warga salah satu desa di Kecamatan Blangpidie.

 

Vonis 8 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 3 bulan penjara itu dijatuhkan pada sidang pamungkas, Senin (17/2) siang.

 

Majelis  hakim diketuai Zulkarnain SH MH (Ketua PN Blangpidie) dengan hakim anggota, M Kasim SH  (Wakil Ketua PN Blangpidie) dan Rudi Rambe SH dan panitera Said Mahfud SH.

 

Sidang tersebut juga dihadiri Jaksa Penunutut Umum (JPU), Muhammad Iqbal SH dari Kejari Abdya.

 

Majelis hakim dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian menjelaskan terdakwa Rahmatillah terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

 

Perbuatan terdakwa disertai dengan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk Bunga.

 

 Tindakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 76D Undangā€‘Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti  UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undangā€‘Undang.

 

Atas perbuatan terdakwa tersebut, Majelis Hakim  PN Blangpidie menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rahmatillah dengan pidana penjara selama 8 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp 800.000.000 subsider 3 bulan penjara.

 

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban mengalami trauma dan sempat melakukan percobaan bunuh diri, terdakwa memberi keterangan berbelitā€‘belit, dan perbuatan pencabulan dilakukan terhadap anak di bawah umur. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim sama dengan tuntutan JPU.

 

Dalam persidangan yang digelar pekan lalu, Jaksa Muhammad Iqbal menuntut  menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dan denda sebesar Rp 800.000.000 subsider 3 bulan penjara. ā€œMajelis sependapat dengan tuntutan jaksa,ā€ kata Ketua Majelis, Zulkarnain SH ketika membaca putusannya.

 

Majelis hakim juga menyatakan barang bukti dikembalikan kepada korban, yaitu berupa satu lembar baju lengan panjang warna hitam, satu lembar celana panjang jeans warna biru, satu lembar tank top warna cream list hitam, dan satu lembar celana dalam wanita warna putih polos. Atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim, terdakwa menyatakan pikirā€‘pikir.

 

Seperti terungkap di persidangan, kasus pencabulan/persetubuhan yang dilakukan

Rahmatillah (19) terhadap Bunga berawal pada Jumat, 25 Oktober 2019, sekira pukul 16.00 WIB. Waktu itu, Rahmatillah menjumpai Bunga yang baru selesai mengerjakan tugas kelompok di rumah temannya.

 

Pemuda yang baru lulus SMA itu mengajak Bunga keluar pada malam minggu. Namun Bunga menjawab tak bisa memastikan karena neneknya tidak mengizinkan.

 

Mendapat jawaban begitu, Rahmatillah tak menyerah. Dia terus memaksa Bunga agar bisa keluar pada malam minggu. Jika tetap tidak mau, Rahmatillah mengancam akan keluar dengan perempuan lain.   

 

Selanjutnya, pada Sabtu, 26 Oktober 2019, terdakwa menghubungi Bunga melalui media sosial yang isinya mengajak keluar pada malamnya. Bunga menjelaskan tidak bebas keluar malam karena ada neneknya.

 

Rahamtillah terus saja berjuang dengan mengirim pesan kepada Bunga yang isinya dia menunggu di salah satu salon  pukul 19.30 WIB. Akhirnya, Bunga luluh juga dan menghampiri Rahmatillah di tempat yang dijanjikan. Selanjutnya Bunga dibawa jalanā€‘jalan dengan sepeda motor.

 

Saat sepeda motor melaju arah Cot Manee, Kecamatan Juempa, Bunga bertanya mau jalan ke mana? ā€œMau ke kampung abang,ā€ jawab terdakwa.

 

Ketika Bunga bertanya lagi untuk apa ke kampung, terdakwa malah mengacungkan kepalan tangan. Akhirnya, Bunga diam karena takut.   

 

Rahmatillah akhirnya membawa korban bersama sepeda motor ke dalam semakā€‘semak lokasi pinggir jalan Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa.

 

Di lokasi sepi dan gelap tersebut terjadi tindak pencabulan terhadap Bunga, meskipun korban telah berupaya melawan untuk melepaskan diri, namun tidak berhasil.              

 

Setelah melakukan perbuatan tersebut, terdakwa mengantarkan korban pulang, namun hanya sampai  sebatas depan salah satu salon, lokasi dekat Terminal Blangpidie.

 

Setelah perbuatan tersebut, terdakwa tidak pernah lagi menjumpai dan menghubungi Bunga, malah memblokir nomor handphone korban. Akhirnya kasus itu pun bermuara ke ranah hukum. (nun)


Editor : bakri

Aceh-barat-daya Populer