Prohaba.co
Hiburan Malam Marak Lagi di Singkil
Selasa, 11 Februari 2020 16:14 WIB

SINGKIL – Setelah sempat ‘senyap’ sejak pertengahan 2019, kini hiburan malam pada acara pesta kembali marak di Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi tersebut memicu sorotan dari Forum Komunikasi Pimpinan Dayah dan Balai Pengajian (FKPD‑BP) Kabupaten Aceh Singkil.

 

Ketua FKPD‑BP Aceh Singkil, Tgk Hambalisyah Sinaga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya hiburan malam berupa keyboard (organ tunggal) di beberapa kecamatan sudah kembali digelar. Kondisi ini terjadi, menurut Hambali, akibat Pemkab Aceh Singkil lamban bertindak.

 

"Kami menilai Pemkab Aceh Singkil kurang tanggap dengan kondisi ini sehingga hiburan keyboard pada malam hari kembali marak,” kata Hambali.

 

Seperti diketahui, Pemkab Aceh Singkil melarang hiburan keyboard pada acara pesta malam hari. Bahkan larangan itu dituangkan dalam peraturan bupati (perbup).

 

Larangan dikeluarkan setelah terjadi insiden terhadap Dedi Kasih (19), warga Desa Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil yang tertembak kepalanya saat nonton hiburan keyboard pesta pernikahan di Desa Sidorejo, Gunung Meriah, Minggu malam 14 Juli 2019. Terakhir terungkap pelaku penembakan merupakan oknum polisi.

 

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab Aceh Singkil, Asmaruddin mengatakan, penertiban hiburan keyboard pada malam hari di wilayah tersebut tetap bisa dilakukan meski Peraturan Bupati (Perbup) masih dalam proses evaluasi di provinsi.

 

“Bisa ditertibkan meski perbup masih dievaluasi. Lagipula sudah ada kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bisa ditertibkan langsung,” tandas Asmaruddin merespons sorotan Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Dayah dan Balai Pengajian (FKPD‑BP) Aceh Singkil, Tgk Hambalisyah Sinaga tentang maraknya kembali hiburan malam di Aceh Singkil. Hambali menilia Pemkab Aceh Singkil lamban melakukan penindakan.

 

Asmaruddin mengatakan, Bupati Aceh Singkil telah secara tegas melarang hiburan keyboard pada malam hari menyusul insiden tertembaknya penonton keyboard pada pesta pernikahan di Desa Sidorejo, Gunung Meriah, pada Minggu malam, 14 Juli 2019.

 

Pihaknya, lanjut Asmaruddin bergerak cepat menyusun Peraturan Bupati (Perbup) Larangan Hiburan Malam Hari pada Acara Pesta. Hanya saja perbup tersebut masih dalam evaluasi Biro Hukum Setda Aceh.

 

Dijelaskannya, berdasarkan Permendagri 80 Tahun 2015 yang telah diubah menjadi Permendagri 120 Tahun 2018 tentang Produk Hukum, tidak ada lagi batasan waktu evaluasi. Sebelumnya, jika 15 hari evaluasi belum selesai maka perbup langsung berlaku.

 

"Tapi sekarang tidak lagi, kami sudah konsultasi masih evaluasi di Biro Hukum Setda Aceh," kata Kabag Hukum Setdakab Aceh Singkil.

 

Asmaruddin menjelaskan hiburan keyboard hanya bisa dilakukan pada siang hari hingga pukul 18.00 WIB. Kemudian hiburan pada malam hari juga masih bisa dilakukan dalam acara pemerintahan dan peringatan hari‑hari besar.(de) 


Editor : bakri