Prohaba.co
Keluarga Berharap Polisi Bisa Mengungkap Tuntas
Rabu, 15 Januari 2020 16:02 WIB

MEULABOH – Pihak keluarga almarhum Benseh (52), warga Desa Mugo, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat mempercayakan sepenuhnya pengusutan kasus kematian korban kepada pihak kepolisian.

 

“Terus terang pihak keluarga menilai ada kejanggalan terkait kematian korban, karenanya kami melaporkan berbagai dugaan kejanggalan itu kepada pihak Polres Aceh Barat,” kata Sofyan, adik almarhum Benseh menjawab Prohaba terkait kematian Benseh yang sempat memunculkan berbagai dugaan penyebabnya.

 

Menurut Sofyan, pada Senin, 13 Januari 2020, keluarga korban kembali mendatangi Mapolres Aceh Barat mempertanyakan perkembangan penyelidikan kasus tersebut sambil berharap polisi mengungkap motif kejadian yang sebenarnya.

 

“Sebelumnya, Jumat (10/1), saya juga sudah melaporkan kasus meninggalnya abang saya (Benseh) ke Mapolres Aceh Barat,” ujar Sofyan.

 

Disebutkannya, kasus tersebut hanya dilaporkan oleh pihak keluarga ke Mapolres Aceh Barat karena keluarga menilai banyak kejanggalan di lapangan.

 

“Waktu itu saya pulang dari Mapolres Aceh Barat di Meulaboh sekitar pukul 00.00 WIB, tepat tengah malam, memberikan keterangan atas ditemukannya jenazah abang saya di Krueng Mugo,” jelas Sofyan.

 

Dia juga menginformasikan, ketika mendatangi Mapolres Aceh Barat, Senin (13/1) untuk mempertanyakan kelanjutan penyelidikan kasus itu, pihak kepolisian mengatakan akan memintai keterangan saksi‑saksi termasuk saksi yang mengevakuasi jasad Benseh dari lokasi kejadian. “Keluarga mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan polisi untuk mengungkap motif kematian abang saya,” demikian Sofyan.

 

Seperti diberitakan, jenazah Benseh ditemukan oleh tim Basarnas di aliran (pedalaman) Krueng Mugo pada Jumat sore, 10 Januari 2020 setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang. Lokasi temuan berjarak sekitar dua jam perjalanan dari pusat permukiman di Panton Reu.

 

Sebelum kejadian itu, Benseh bersama tiga rekannya, yaitu Raja Budiman (40), Safrizal (20), dan Junaidi (20) pergi kehutan guna mengangkut kayu olahan.

 

Pada Kamis 9 Januari 2020 sekitar pukul 14.00 WIB korban sempat menghubungi keluarganya untuk dibawakan rokok ke lokasi mereka bekerja. Namun satu jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB pihak keluarga mendapat kabar korban hilang.

 

Ada beberapa versi informasi menyangkut hilangnya Benseh. Ada yang menyebut korban hilang saat mencari buah jernang ke hutan. Ada pula yang mengatakan korban terjatuh ke sungai saat mengangkut kayu olahan menggunakan rakit kayu di aliran Krueng Mugo.

 

Tim gabungan bersama pihak keluarga dan masyarakat mulai mencari korban sejak Jumat (10/1) pagi dengan menelusuri sungai menggunakan sampan hampir sekitar 2 jam perjalananan ke lokasi kejadian. Akhirnya pada Jumat (10/1) sore korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersangkut di kayu sekitar 20 meter dari titik terjatuh.

 

“Atas permintaan keluarga, jasad korban dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menggunakan ambulans PMI untuk kepentingan visum,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Budiono melalui Koordinator Pos Search And Rescue (SAR) Meulaboh, Dwi Hetno kepada Prohaba, Jumat (10/1).(c45)


Editor : bakri