Prohaba.co
Rumah Warga Lhoong ‘Disusupi’ Ular Kobra
Minggu, 15 Desember 2019 16:14 WIB
serambinews_ular1.jpg
BPBD Aceh Besar memperlihatkan petugas Damkar BPBD Pos Lhoong saat mengamankan ular yang masuk rumah masyarakat

BANDA ACEH – Warga Gampong Lamjuhang dan Mon Mata, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar dihebohkan  menyusupnya ular kobra ke rumah yang terjadi berturut‑turut, Kamis‑Jumat , 12‑13 Desember 2019.

 

Pada Kamis (12/12), sekitar pukul 18.30 WIB, hewan melata tersebut terlihat di rongga kamar mandi rumah Imran, warga Gampong Mon Mata. Sehari kemudian, Jumat (13/12) malam sekitar pukul 22.15 WIB, reptil tersebut menyusup ke rumah Buyung (40), warga Lamjuhang.

 

Gampong Lamjuhang berjarak sekitar 56 kilometer pada jalur Banda Aceh‑Meulaboh. Lamjuhang berada pada lintasan lama arah ke Pasar Lhoong. Sekitar tiga kilometer ke depan memasuki Gampong Mon Mata.

 

Laporan masuknya ular kobra ke rumah penduduk di Gampong Lamjuhang dan Mon Mata diterima Prohaba dari Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Besar, Farhan AP. “Alhamdulillah, tak ada korban. Kedua kasus itu berhasil ditangani oleh petugas pemadam Pos Lhoong,” kata Farhan.

 

Farhan menceritakan, pada Kamis (12/12), sekitar pukul 18.30 WIB, petugas pemadam Pos Lhoong menerima laporan masuknya ular kobra ke rumah Imran, warga Gampong Mon Mon Mata.

 

Merespons laporan itu, tim Damkar Pos Lhoong dipimpin Komandan Regu (Danru) Haris langsung turun ke lokasi. Kobra yang terlihat di rongga kamar mandi itu berhasil ditangkap.

 

Sehari kemudian, Jumat (13/12), sekitar pukul 22.15 WIB, Haris kembali menerima laporan masuknya kobra ke rumah Buyung, warga Lanjuhang. Tanpa buang waktu, Haris dan tim‑nya meluncur ke lokasi.

 

Ular kobra yang masuk ke rumah Buyung diperkirakan panjangnya mencapai 1,7 meter. Ular kobra itu, lanjut Farhan, pertama kali dilihat oleh Buyung, berada di antara ruang makan dan dapur.

 

Ketika tiba di lokasi, Haris cs mengamati gerak‑gerik ular kobra tersebut di ruang dapur sebelum akhirnya berhasil menangkapnya. “Ular di rumah Buyung ditangkap dalam waktu tak sampai setengah jam,” kata Farhan.

 

Selama ini, kata Farhan, petugas Damkar BPBD Pos Lhoong bukan hanya menangani bencana kebakaran dan bencana alam lainnya. Mereka juga sering dimintai bantuan menangani gangguan hewan melata seperti ular atau mengamankan sarang lebah. “Tim kita di sana selalu siap dan siaga merespons permintaan bantuan dari masyarakat, bukan hanya kebakaran tetapi juga gangguan binatang yang membahayakan,” demikian Kalak BPBD Aceh Besar. (mir)


Editor : bakri