Prohaba.co
Pasutri Ditangkap Sedang Pesta Sabu, Bersama 3 Tersangka Lainnya
Jumat, 13 Desember 2019 15:38 WIB
serambinews_sabu.jpg
FOTO SATNARKOBA POLRESTA BANDA ACEH
TIGA wanita bersama barang bukti sabu-sabu dan alat isap tertangkap pesta sabu di sebuah rumah di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Rabu (11/12/2019). Selain tiga wanita tersebut, polisi juga meringkus bandar sabu-sabu.

BANDA ACEH - Personel Opsnal Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap lima warga yang diduga sedang pesta sabu di sebuah rumah pada salah satu gampong dalam Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Rabu (11/12/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Di antara lima tersangka, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri). Bahkan pesta sabu itu berlangsung di rumah kos pasutri tersebut.

Pasutri itu terdiri atas IYP (36) dan istrinya berinisial NSK (45).  Dari tangan pasangan ini polisi menyitas barang bukti berupa satu bungkus sabu-sabu sekitar 0,08 gram dan sebuah alat isap sabu (bong) yang terbuat dari botol minuman mineral. Bagian tutupnya sudah dipasang dua pipet berwarna bening.

Adapun ketiga tersangka lainnya, terdiri atas dua perempuan, yakni ST (55), tukang pijat, warga salah satu gampong di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, dan CF (26) asal Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan. Seorang lagi lelaki, DS (34), yang berprofesi sebagai tenaga kontrak dan tinggal di satu gampong dalam Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba, AKP Boby Putra Ramadan Sebayang SIK, kepada Prohaba, Kamis (12/12/2019), mengatakan, penangkapan pasutri IYP dan NSK serta tiga tersangka lainnya yang sedang pesta sabu itu berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Warga setempat resah terhadap aktivitas pasangan suami istri itu yang gerak-geriknya mencurigakan. Apalagi, di rumah mereka sering ke luar masuk orang-orang tak dikenal, baik pria maupun wanita," kata AKP Boby.

Dari kelima tersangka, polisi juga menyita dua pipa kaca, empat pipet warna bening, dua sumbu, satu mancis (pemantik api) serta satu kotak rokok yang digunakan menyimpan sabu-sabu tersebut.

AKP Boby menerangkan, gelagat mencurigakan sering kali ditunjukkan pasangan IYP dan NSK.

Mereka tampaknya tak menyadari bahwa warga setempat selama ini mencurigai gerak-gerik mereka.

Pada hari menjelang penggerebekan, kata AKP Boby, masyarakat sudah merasa gerah, sehingga mereka melapor ke polisi. "Pada saat dilakukan penangkapan terhadap lima tersangka, ditemukan barang bukti berupa satu bungkus sabu-sabu seberat 0,08 gram beserta alat isap sabu (bong),” sebut mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Daya ini.

Dari pengakuan tersangka terungkap bahwa sabu-sabu 0,08 gram tersebut merupakan sisa sabu yang baru saja mereka konsumsi bersama-sama.

Salah satu tersangka, DS mengaku, sabu-sabu yang dibawa ke rumah IYP dan NSK diisap bersama-sama dengan pasutri tersebut serta ST dan CF itu merupakan miliknya.

"Tersangka DS membeli sabu-sabu tersebut seharga 250.000 rupiah dari UJ pada hari Rabu, 11 Desember 2019 sekitar pukul 13.00 WIB. Kini UJ masuk DPO kami," sebut Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh ini.

AKP Boby menerangkan, tersangka DS menerima langsung sabu seharga Rp 250.000 yang dibelinya dari UJ di kawasan Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Kini kelima pengguna sabu-sabu tersebut, termasuk pasangan suami istri itu, harus mendekam di Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (mir)


Editor : bakri