Prohaba.co
Terungkap, Kronologi Perzinahan 1 Wanita dengan 2 Pria di Aceh Timur
Sabtu, 7 Desember 2019 15:44 WIB

* Ketiga Pelakunya Dieksekusi Cambuk

 

IDI – Seorang wanita dan dua pria yang terbukti melakukan perbuatan jarimah zina (Ikhtilath) dihukum cambuk di halaman Masjid Agung Darusshalihin, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis 5 Desember 2019.

 

Berdasarkan putusan Mahkamah Syahriah Idi, ketiga pelaku yang terbukti melakukan jarimah zina tersebut yaitu dua orang pria, KHA (23) dan ISK (22) serta seorang wanita berinisial SAK.  Berdasarkan putusan tersebut, KHA dicambuk 105 kali, ISK 100 kali, dan wanita SAK 100 kali. Ketiga terpidana merupakan warga Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur.

 

Kajari Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas SH MH melalui Kasipidum, Muliana SH mengatakan, wanita SAK mengakui melakukan perbuatan zina dengan kedua pacarnya pada tahun 2017 dan 2018.

 

“Kasus ini terungkap setelah kerabat si wanita melaporkan kepada petugas Wilayatul Hisbah (WH) bahwa SAK telah melakukan perbuatan zina. Berdasarkan pemeriksaan WH, wanita itu mengakui ia telah melakukan perbuatan jarimah zina dengan kedua pacarnya, yaitu dengan KHA pada tahun 2017 dan dengan ISK tahun 2018,” ungkap Muliana.

 

Muliana juga menceritakan, perbuatan zina SAK dengan KHA terjadi pada Jumat 27 Oktober 2017 sekitar pukul 15.00 WIB. Waktu itu KHA datang ke rumah SAK.setelah sebelumnya berkomunikasi via HP.

 

KHA datang ke rumah SAK menggunakan sepeda motor Honda Beat. Setiba di rumah SAK, kemudian keduanya langsung bercumbu, berpelukan, dan bermesraan di dalam kamar SAK sehingga terjadilah perbuatan terlarang itu.

 

 “SAK telah mengakui melakukan perbuatan jarimah zina (ikhtilath) dengan KHA ketika usianya waktu itu 17 tahun. Perbuatannya melanggar Pasal 37 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah,” jelas Muliana.

 

Sedangkan dengan ISK, kejadiannya pada Minggu 11 November 2019 sekitar pukul 20.00 WIB, ISK datang ke rumah SAK di Kecamatan Rantau Selamat. Setelah memberi salam dan masuk ke dalam rumah, ISK menghampiri SAK yang sedang nonton TV di ruang tamu.

 

Kemudian, ISK langsung mendekati SAK dan menariknya masuk ke dalam kamar. Kemudian keduanya berciuman, berpelukan, dengan posisi berdiri dan selanjutnya berbaring di atas kasur dan hubungan layaknya suami istri pun terjadi.

 

“Kedua terdakwa mengakui telah melakukan jarimah zina tanpa ikatan pernikahan yang sah. Sehingga keduanya melanggar Pasal 37 ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah,” jelas Muliana.(c49)


Editor : bakri