Prohaba.co
Pemerkosa Nenek 74 Tahun Dituntut 10 Tahun Penjara
Selasa, 3 Desember 2019 16:21 WIB

LHOKSUKON – Sidang kasus perkosaan janda tua berusia 74 tahun yang melibatkan terdakwa BK (32) masih berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara. Pada persidangan Senin (2/12), jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara.

 

Pada Senin kemarin, majelis hakim PN Lhoksukon diketuai T Latiful SH didampingi hakim anggota, Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH menggelar sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan materi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Harri Citra Kesuma SH.

 

Menurut JPU, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 285 KUHPidana, karena  itu jaksa meminta hakim untuk menghukum terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara.

 

Atas tuntutan jaksa tersebut, penasihat hukum, Taufik M Noer SH meminta hakim meringankan hukuman terdakwa. Karena, menurut penasihat hukum, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan berterus terang dalam prises persidangan. Sidang akan dilanjutkan, Senin 9 Februari 2019.

 

Seperti diberitakan, perempuan berinisial HJ berusia 74 tahun, warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara dilaporkan diperkosa oleh pria beristri, BK (32), warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Kasus itu terjadi pertengahan 2019 lalu.

 

BK ditangkap warga di kawasan Gampong Matang Lawang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Minggu sore, 28 Juli 2019. BK dilaporkan ke polisi atas dugaan memperkosa seorang nenek  74 tahun yang terjadi Rabu, 24 Juli 2019.

 

Menurut laporan, kasus itu berawal ketika nenek HJ meminta tersangka mengobatinya karena mengalami sakit di bagian pinggang.

 

Istri BK yang waktu itu sedang bersama membenarkan kalau suaminya memiliki kepandaian dan biasa mengobati orang sakit seperti yang dialami nenek HJ.

 

Pengobatan dilakukan dalam kamar. Nenek HJ baru sadar dirinya sudah diperkosa setelah tersangka pulang dari rumahnya. Pihak keluarga korban melaporkan kasus itu ke polisi dan sehari kemudian BK ditangkap warga.(jaf)


Editor : bakri