Prohaba.co
Kasus Janda Pasok Jomblo, Keluarga Tolak ke Polres
Selasa, 17 September 2019 17:10 WIB
MEULABOH – Kasus wanita yang digerebek memasukkan jomblo (lajang) ke rumahnya –ketika suaminya baru lima hari meninggal—masih didalami oleh pihak Polres Aceh Barat. Namun hingga Senin (16/9) polisi masih menunggu keluarga masing-masing karena masih  keberatan datang ke Mapolres Aceh Barat.

Informasi diperoleh Prohaba, pemeriksaan terhadap pasangan non-mahram tersebut sudah dilakukan sejak mereka ditangkap. Namun polisi kini masih menunggu keterangan dari keluarga masing-masing. “Keluarga dari masing-masing pihak belum  bersedia datang ke polres,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK.

Menurut informasi yang diterima polisi, keluarga perempuan menolak  hadir  ke Mapolres Aceh Barat namun minta kasus itu supaya diproses hukum. Sedangkan keluarga laki-laki di Sumatera Utara (Sumut).

“Pasangan pria kini di Mapolres sedangkan wanita sementara dikembalikan pulang dengan izin lapor. Namun bila keluarga masing-masing tidak datang akan diteruskan ke proses hukum,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Isral.

Seperti diberitakan, masyarakat Desa Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (12/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB menggerebek sebuah rumah di desa itu.

Penggerebekan dilakukan terkait laporan kehadiran seorang laki-laki lajang ke rumah LN (28), janda yang baru lima hari ditinggal mati oleh suaminya.

Penangkapan LN dengan pria AS (29), asal Sumut karena warga curiga kedatangan pria itu sudah larut malam. Padahal rumah janda dua anak itu baru saja menyelenggarakan doa untuk almarhum suaminya. Suami LN meninggal karena sakit di rumah keluarganya di Sumut.


Menyusul kedatangan tamu tak diundang itu, warga terus memantau rumah tersebut hingga semua tamu sudah pulang. Baru sekira pukul 01.00 WIB, warga langsung menggerebek rumah tersebut dengan menggedor pintu rumah yang ditutup sudah sangat lama.

Setelah pintu terbuka, didapati di dalam rumah tersebut seorang pria lajang bersama LN sehingga warga menggelandang keduanya ke kantor desa. Menurut laporan, perbuatan serupa juga dilakukan pasangan itu pada waktu lain ketika suami LN tidak di rumah atau ketika berada di Sumut.

Selama beberapa waktu terakhir, suami LN mengalami sakit tumor mata dan dijemput oleh keluarganya dibawa pulang ke Sumut. Sementara pria AS diketahui seorang pekerja di sebuah koperasi dan selanjutnya menjalin hubungan asmara dengan LN yang berstatus ibu rumah tangga (IRT).

Keuchik Rundeng, Yuliar mengatakan, kasus penggerebekan rumah warga yang diketahui memasukkan seorang pria sudah dilimpahkan ke WH. Penyerahan ke WH juga atas permintaan keluarga dari wanita tersebut supaya diproses sesuai aturan yang berlaku.(riz)

Editor : bakri