Prohaba.co
Tinggalkan Suami di Sumut, Wanita Muda Ini Menikah di Aceh Barat
Senin, 16 September 2019 12:31 WIB
MEULABOH – Seorang wanita berinisial N (20) asal Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan datang ke Aceh Barat dan menikah diam-diam dengan seorang pria berinisial M (36). Baik si wanita maupun pria dilaporkan sudah memiliki suami dan istri sah.

Informasi yang dihimpun Prohaba, pria M tercatat sebagai penduduk Desa Peunia, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat sedangkan wanita N asal Desa Tanjong Sentan, Sumut.

Informasi adanya pernikahan pasangan yang sudah memiliki suami dan istri itu terungkap setelah Kepala Urusan Agama (KUA) Kaway XVI,Safrizal SAg mendatangi Polres Polsek Kaway XVI, Jumat 13 September 2019.

Safrizal melapor ke polisi terkait temuan dan laporan tentang adanya praktik kadi liar yang menikahkan secara diam-diam satu pasangan tanpa melapor ke KUA.

Selain tidak melapor sebagaimana aturan perkawinan, diduga pasangan yang dinikahkan itu masih terikat perkawinan sah alias masih memiliki istri maupun suami. Pelaporan ke Polsek Kaway XVI turut didampingi Keuchik Pasi Teungoh, Said Dahlan dan Keuchik Peunia, Suhelmi.

Kepala KUA Kaway XVI, Safrizal menjelaskan, pelaporan yang dilakukan pihaknya baru sebatas menyerahkan barang bukti selembar kertas atau surat tanda pasangan itu sudah menikah yang dikeluarkan oleh seorang teungku berinisial I.

Pria yang menikahkan pasangan M dan N mengaku sebagai penghulu dan merupakan penduduk sebuah desa di Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh. “Pernikahan itu dilakukan di Desa Pasi Teungoh, Kecamatan Kaway XVI pada 10 September 2019,” ujar Safrizal. Prosesi pernikahan turut disaksikan dua saksi yakni S dan Y.

Menurut Kepala KUA Kaway XVI, kasus kadi liar tersebut mencuat setelah adanya laporan Keuchik Penia yang mempertanyakan alasan pria M membawa pulang seorang wanita ke rumahnya di Gampong Peunia. Padahal, pria M masih memiliki istri.

Keuchik Peunia juga mempertanyakan kapan pria M menikah dengan wanita N. “Dari keterangan pria M ternyata mereka menikah di Desa Pasi Teungoh, yakni desa lain yang juga di Kecamatan Kaway XVI. Atas dasar itu, Keuchik Peunia mempertanyakan kebenaran kepada Keuchik Pasi Teungoh,” beber Safrizal.

Ternyata Keuchik Pasi Teungoh mengaku tidak mengetahui pernikahan itu karena dilakukan diam-diam di sebuah rumah pada 10 September 2019. “Setelah menikah, pasangan itu sempat tidur dua malam di sebuah rumah di Pasi Teungoh dan sempat digerebek warga. Namun pasangan ini kabur sehingga kasus ini berujung ke KUA,” ungkapnya.

 Tinggalkan suami

Berdasarkan pemeriksaan awal terungkap, wanita N yang berasal dari Sumut dijemput pria M di terminal. Wanita muda itu ternyata masih memiliki suami sah dan seorang anak yang menetap di Sumut.

Karena pernikahan yang dilakukan teungku I melanggar UU Perkawinan, maka pihak KUA meminta polisi melakukan penindakan tegas terhadap praktik kadi liar. “Kita khawatirkan bila tidak ditindak maka praktik kadi liar akan terus marak. Kita juga khawatir bila nanti suami sah wanita N akan mempersoalkannya,” pungkas Syafrizal.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Kaway XVI, Ipda Yudha Prasatya didampingi Kanit Reskrim, Bripka Limocty saat dikonfirmasi, Sabtu (14/9) mengatakan, kedatangan Kepala KUA Kaway XVI bersama dua keuchik ke Polsek Kaway XVI baru sebatas konsultasi.

Menurut Kapolsek Kaway XVI, bila sudah resmi dilaporkan oleh KUA maka pihaknya akan melakukan penyelidikan dan mengusut kasus ini guna memastikan kebenaran apa yang dilaporkan. (riz/nas)

Editor : hasyim