Prohaba.co
Dibacok, Pensiunan TNI Meninggal
Kamis, 12 September 2019 14:58 WIB
serambinews_prg.jpg
PROHABA/SAIFUL BAHRI
KASAT Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, memperlihatkan parang yang digunakan tersangka untuk membunuh seorang purnawirawan TNI AD, di Mapolres setempat, Rabu (11/9/2019).
LHOKSEUMAWE - M Ridwan (58), purnawirawan (pensiunan) TNI AD asal Muara Dua, Lhokseumawe, meninggal dunia setelah terkena bacok tiga kali di leher dan pundak belakangnya. Insiden itu terjadi di kawasan Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Tak lama setelah kejadian, anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe bersama personel Brimob Jeulikat berhasil menangkap pelaku berinisial MA (46), warga Blang Mangat.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang, kemarin, menjelaskan, kejadian ini berawal dari cekcok mulut antara korban dan pelaku. Karena marah, tersangka kemudian memukul korban yang saat itu duduk di atas sepeda motor (sepmor). 

Setelah M Ridwan jatuh ke tanah, tersangka langsung mengambil parang yang tergantung di jok depan sepmor korban. "Lalu, tersangka membacok M Ridwan tiga kali di leher dan pundak bagian belakang. Sehingga korban meninggal dunia di lokasi," ujar AKP T Herlambang. Setelah melakukan aksi itu, kata Kasat Reskrim, tersangka masuk ke rumahnya dan mengurung diri. Sementara warga langsung membantu mengangkat korban yang sudah tergeletak di pinggir jalan dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit. 

Mendapat laporan tentang kasus pembunuhan itu, sebut AKP T Herlambang, pihaknya langsung berkoordinasi dengan personel Brimob yang memang sudah berada di lokasi persembunyian tersangka. "Karena tersangka di dalam rumah dan dikhawatirkan masih memegang senjata tajam, maka personel Brimob menembakkan gas air mata ke dalam rumah tersebut. Akhirnya, tersangka keluar dan di tangannya masih ada parang," ungkap AKP T Herlambang.

Setelah diberi peringatan oleh petugas, sambungnya, tersangka membuang parang tersebut. Selanjutnya polisi mendekat untuk menangkapnya. "Tersangka sempat memberi perlawanan yang cukup kuat, namun kita tetap berhasil menjatuhkannya dan kemudian langsung dibawa ke mobil dengan tangan yang sudah terborgol," paparnya.

Saat ini, tambah AKP T Herlambang, tersangka sudah diamankam ke Mapolres Lhokseumawe untuk menjalani proses hukum. "Untuk sementara, tersangka kita bidik dengan Pasal 338 jo 351 ayat (3) KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun,” tandas AKP Indra T Herlambang.

Kasat Reskrim juga mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa. Tapi, lanjutnya, sejauh ini sesuai dengan hasil penyidikan pihaknya, kejiwaan tersangka dalam kondisi normal. "Salah satu buktinya, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak saat dimintai keterangan oleh penyidik, menjawabnya secara normal," katanya. Tapi, tambah AKP T Herlambang, dengan ada informasi dari masyarakat bahwa pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, pihaknya akan segera melakukan tes kejiwaan tersangka. (bah)

Editor : bakri