Prohaba.co
Maut di Sumur Krueng Beukah
Kamis, 5 September 2019 12:09 WIB
serambinews_sumur.jpg
Tim relawan mengangkat jenazah Nurdin (53), Warga Darul Aman, Peusangan Selatan Bireuen, yang ditemukan meninggal dalam sumur saat menggali sumur di Desa Krueng Beukah, Peusangan Selatan, Bireuen, Aceh, Rabu (4/9/2019). FOTO KIRIMAN TIM SAR BIREUEN.

BIREUEN - Seorang penggali sumur menemui ajal di dalam sumur yang sedang digalinya, di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Rabu (4/9) sore. Diduga korban menghirup gas beracun pada kedalaman sekitar 10 meter.


Korban yang menemui ajal dalam sumur tersebut bernama Nurdin (53), warga Gampong Darul Aman, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen.


Informasi kejadian menyebar cepat sehingga dalam waktu tak terlalu lama aparat kepolisian dari Pos Subsektor dan Polsek Peusangan serta Polres Bireuen, TNI dari Posramil Peusangan Selatan bersama tim Basarnas, RAPI, dan Tagana sudah berada di lokasi kejadian.

 

Setiba di lokasi, tim SAR gabungan bersama warga setempat langsung turun ke dasar sumur mengangkat jasad Nurdin. Sore itu juga jenazah dibawa pulang ke kampungnya dan proses pemakaman dilaksanakan ba'da magrib tadi malam.

 

Informasi yang dihimpun Prohaba dari warga setempat dan berbagai sumber menyebutkan, Nurdin bersama seorang temannya sudah tiga hari menggali sumur warga di Krueng Beukah.

 

Pada pekerjaan hari ketiga, maut menjemputnya. Laki-laki yang awalnya terlihat segar bugar itu meninggal dunia di dasar sumur sedalam lebih kurang 10 meter yang masih dalam proses pekerjaan.

 

Sekdes Darul Aman, Effendi menceritakan kronologis meninggalnya Nurdin.  Menurut Effendi, pada Rabu sore kemarin, Nurdin bersama temannya melanjutkan pekerjaan penggalian. Baru beberapa saat di dalam sumur, Nurdin mengeluh pitam dan pusing.

 

Temannya, Dahrul yang berada di atas meminta Nurdin untuk duduk dalam sumur sedangkan dia  mencari pertolongan dari warga sekitar. Namun ketika warga berdatangan, Nurdin sudah tidak bernyawa.

 

Sejumlah sumber menduga Nurdin meninggal karena terhirup gas beracun di dalam sumur. Sebab, ketika musibah itu terjadi sempat tercium bau menyengat yang bersumber dari dalam sumur.

 

Sekdes Darul Aman, Effendi juga membenarkan kemungkinan terhirup gas beracun itu. Itulah yang membuat korban sempat mengeluhkan pusing sebelum akhirnya meninggal. "Sebelum meninggal, beliau sangat sehat dan sempat bercanda dengan temannya," kata Effendi.

 

Nurdin meninggalkan seorang istri dan lima anak. Dua di antaranya sudah menikah, seorang sudah remaja. "Sedangkan dua putra kembar almarhum masih berusia tiga tahun," demikian Effendi.(c38)


Editor : bakri