Prohaba.co
Maling Ban Mobil Rambah Meulaboh, Lima Mobil Aset PMI Jadi Sasaran
Rabu, 4 September 2019 10:23 WIB
serambinews_pelat.jpg

MEULABOH - Belum lagi terungkap kasus beruntun pencurian ban dan pelak mobil parkir di Kabupaten Bireuen, kini kejahatan serupa merambah Meulaboh. Laporan terbaru menyebutkan sebanyak lima mobil aset PMI Aceh Barat dan dua milik masyarakat dipreteli ban, pelak, bahkan onderdil yang bernilai jual tinggi.

 

Informasi yang dihimpun Prohaba, dari tujuh mobil yang jadi sasaran pencurian ban dan onderdil, lima adalah aset PMI yang sudah digudangkan karena tidak operasional dan dua milik masyarakat yaitu truk milik Said Rahmad warga Suak Nie dan Kijang Innova milik Deswira warga Desa Seuneubok. Total ban yang hilang mencapai 20 ban.

 

Pencurian ban dan onderdil mobil aset PMI dan Innova milik warga Seuneubok diperkirakan terjadi pada Selasa dinihari atau menjelang subuh, 3 September 2019. Sedangkan penjarahan ban truk milik Said Rahmad yang diparkir satu komplek dengan mobil PMI terjadi Senin pekan lalu.

 

Khusus mobil operasional PMI selama ini parkir di kantor PMI lama di Desa Suak Nie, sedangkan kantor baru di Jalan Sisingamagaraja, Drien Rampak, Meulaboh. Mobil yang dicuri ban dan onderdil sudah dalam kondisi parkir karena rusak yaitu mobil ambulans dan mobil double cabin.

 

Mobil tersebut merupakan hibah NGO pascatsunami kepada PMI. "Di kantor PMI lama ada enam mobil. Lima di antaranya hilang ban dan onderdil. Jumlah ban hilang khusus milik PMI sebanyak 14," kata Kepala Markas PMI Aceh Barat, Teguh Wahyudi.

 

Dikatakan Teguh, pihaknya baru mengetahui terjadi pencurian setelah dilaporkan oleh masyarakat. Teguh berharap pelakunya bisa segera ditangkap apalagi yang dicuri merupakan aset PMI yang melakukan tugas-tugas kemanusian. "Persoalan ini akan kami bawa ke rapat pengurus. Tentu akan dilaporkan secara resmi ke polisi," kata Teguh.

 

Said Rahmad, warga Suak Nie, Meulaboh merupakan salah satu korban pencurian ban oleh pelaku yang belum teridentifikasi.

 

Truk milik Said Rahmad yang diparkir satu lokasi dengan mobil PMI di Suak Nie kehilangan dua ban beberapa hari lalu atau bersamaan dengan terjadinya pencurian ban mobil double cabin milik Kadis PUPR Aceh Barat, Bukhari yang hilang sebanyak empat ban.

 

Karena kejadian itu, diam-diam Said Rahmad terus memantau keadaan. Maka, pada Selasa (3/9) dini hari, dia memergoki komplotan maling yang beraksi di parkiran mobil PMI.

 

Menurut Said Rahmad, ketika dipergoki, komplotan tersebut langsung kabur mengendarai mobil. Said Rahmad berusaha menghadang namun jangankan berhenti, mobil komplotan itu langsung diarahkan ke dirinya. Untung korban sempat menghindar, namun kakinya luka terserempet mobil pelaku. "Mobil tersebut langsung kabur ke arah Banda Aceh," kata Said Rahmad.

 

Kasus mobil hilang ban pada Selasa (3/9) dinihari juga menimpa Deswira, seorang pegawai bank yang tinggal di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

 

Mobil Innova milik Deswira hilang empat ban saat parkir di perkarangan rumahnya. Kasus yang menimpa mobil Deswira sudah dilaporkan ke Polres Aceh Barat.

 

Personel Polres Aceh Barat dan Polsek Johan Pahlawan juga sudah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kantor PMI lama di Suak Nie, rumah Deswira serta Said Rahmad.

 

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Johan Pahlawan, Iptu Budi Eka Putra yang dikonfirmasi, Selasa (3/9) membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dari korban kehilangan ban mobil dan onderdil.

 

Pihak kepolisian belum bersedia mempublis langkah-langkah yang dilakukan dalam penanganan kasus itu. Yang pasti, polisi tidak tinggal diam. "Kami mohon maaf belum bisa terlalu banyak publis, beri kesempatan kami bekerja untuk mengungkap kasus ini," tandas Kapolres Aceh Barat melalui Kapolsek Johan Pahlawan.(riz)


Editor : bakri