Prohaba.co
Dandim Abdya Minta Masyarakat Berhati-hati, Jika Ada yang Nelepon Minta Uang
Sabtu, 31 Agustus 2019 11:02 WIB
serambinews_utang.jpg
KORBAN penipuan Dandim gadungan sedang memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

BLANGPIDIE ‑ Dandim Abdya, Letkol Czi M Ridha Has ST MT mengingatkan masyarakat berhati-hati jika menerima telepon dari orang-orang yang mengatasnamakan pejabat tertentu meminta uang.

 

"Apalagi kalau ada yang mencatut nama Dandim Abdya sebagaimana dialami saudara kita Ar alias P (64), pemilik toko emas di Blangpidie. Saya tidak serendah itu," tandas Letkol M Ridha ketika bersilaturahmi dengan wartawan di Blangpidie, Jumat (30/8) sekaligus menanggapi kejahatan yang dilakukan oleh orang yang mencatut nama Dandim Abdya.

 

Seperti diketahui, pemilik toko emas perhiasan tersebut mengalami kerugian Rp 8,7 juta yang ditransfer ke rekening bank sebagaimana diarahkan pelaku melalui telepon.

 

Peristiwa penipuan itu terjadi setelah Dandim gadungan tersebut berhasil mengelabui Kasatpol PP dan WH Abdya, Riad yang mengaku seperti terhipnotis ketika penelepon meminta nomor Ar alias P.

 

Letkol Czi M Ridha Has menjabat Dandim Abdya sejak 20 Agustus 2019. Perwira TNI kelahiran Desa Keude Siblah, Blangpidie itu sebelumnya bertugas sebagai Danden Zibang‑I Kodam XVIII/Kasuari di Sorong, Papua Barat. "Kalau saya setiap menelepon atau menerima telepon sering menyapa langsung dengan bahasa daerah (Bahasa Aceh," ujarnya.

 

Penipuan dengan modus mengaku pejabat tertentu memang sering terjadi ketika pergantian pimpinan pada instansi tertentu. Momentum pergantian pejabat dimanfaatkan pelaku penipuan, makanya harus diwaspadai.

 

"Cek dulu kebenarannya, datang langsung ke kantor atau tanya kepada staf, jangan langsung terpengaruh. Sebab, tak mungkin Dandim melakukan hal seperti. Rendah kali saya kalau segitu," kata Dandim M Ridha Has.

 

Silatarurahmi Dandim 0110 Abdya dengan wartawan dihadiri Pasi Intel Kapten Inf Fajar Setyawan, Pasi Pers Lettu Inf Eddy Mailiswar, Dan Unit Intel Letda Inf Bakhtiar dan sejumlah staf Kodim Abdya. Wartawan yang hadir dari wadah PWI, Forja, FJA, dan PWA.

 

Seperti diberitakan, Ar alias P (64), warga keturunan juga pemilik toko emas perhiasan di Blangpidie menjadi korban penipuan dari penelepon gelap yang mencatut nama Dandim 0110 Abdya, Rabu (28/8).

 

Dandim gadungan tersebut sebelumnya berhasil mengelabui Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad. Seperti terhipnotis, Riad mengirimkan nomor ponsel milik Ar alias kepada penelepon yang tidak dikenal tersebut.

 

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK melalui Kasat Reskrim Zulfitiadi SH membenarkan, Ar alias P sudah melaporkan peristiwa penipuan yang dialami kepada Sat Reskrim Polres Abdya, Rabu (28/8) malam.


Korban mengaku telah mentransfer uang Rp 8,7 juta kepada penelepon yang mengaku Dandim Abdya, tapi kemudian ternyata palsu.

 

Berdsarkan laporan yang diterima, kasus penipuan tersebut berawal ketika Ar alias P menerima telepon dari Riad, Kasatpol PP dan WH Abdya, Rabu (28/8) siang, pukul 14.05 WIB.

 

Riad mengatakan Dandim Abdya yang baru ingin bersilaturrahmi dengan perwakilan warga keturunan. Karenanya Riad meminta izin untuk menyerahkan nomor ponsel Ar termasuk meminta Ar agar menghubungi Dandim Abdya yang baru HP 082345248787.

 

Lalu, Ar menghubungi nomor tersebut pukul 14.22 WIB, setelah tersambung orang itu memperkenalkan diri sebagai Dandim Abdya yang baru.

 

Sempat berbincang sekitar 23 detik, orang yang mengaku sebagai Dandim itu meminta pinjam uang, namun tidak disebutkan jumlahnya dengan alasan sedang berada di luar daerah.

 

Perbincangan antara orang tersebut dengan Ar berlanjut melalui pesan WhatsApp (WA). Pukul 14.23 WIB, Ar menerima pesan WA dari nomor Hp yang sama dan orang dimaksud memperkenalkan diri Letkol Czi M Ridha Has.

 

Pukul 14.27 WIB, orang yang mengaku sebagai Dandim itu menelepon Ar dan memastikan bahwa pesan WA yang barusan dikirim adalah nomor hp‑nya. Lalu, pukul 14.29 WIB, penelepon mengirimkan nomor rekening. Tidak lama kemudian, orang tersebut kembali menelepon yang meminta ditransfer uang Rp 8,7 juta.

 

Pukul 14.49 WIB, korban Ar mengirimkan uang sejumlah yang diminta ke rekening BNI Nomor 0817000650 A/n Rivan Santosa, menggunakan sarana setoran tunai pada BNI Cabang  Pembantu Blangpidie. Resi pengiriman juga dikirim kepada orang tersebut.(nun)


Editor : bakri