Prohaba.co
Disulut Cemburu, Suami Siram Istri dengan Soda Api
Selasa, 27 Agustus 2019 15:13 WIB
serambinews_cemb.jpg
KANIT Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufal STrK melihat proses pemeriksaan penyidik Unit Jatanras Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, Senin (26/8) terhadap Azrul (40), tersangka penyiraman cairan soda api ke tubuh istri dan anaknya yang terjadi di Banda Aceh, Rabu (21/8).

BANDA ACEH - Tak tahan disulut api cemburu karena istri setiap hari berbicara dengan pelanggan laki-laki di tempat jualan kentang gorengnya di kawasan Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, seorang suami tega menyiramkan soda api ke wajah dan tubuh sang istri. Bahkan, seorang anaknya ikut kecipratan cairan berbahaya tersebut.

 

Motif kejahatan itu terungkap berdasarkan pengakuan tersangka bernama Azrul (40) yang tak lain adalah suami dari korban Julaian (35). Pengakuan tersebut disampaikan tersangka kepada penyidik Polresta Banda Aceh yang sedang menangani kasus penganiayaan fatal itu.

 

Penganiayaan itu sendiri terjadi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, pada Rabu, 21 Agustus 2019 sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Ketika kasus itu terjadi, Azrul dan Julaian sudah pisah sejak dua bulan sebelumnya.

 

Namun, setelah dua bulan berlalu, tersangka Azrul meminta rujuk.

Tapi, Julaian yang mengetahui suaminya `ringan tangan' dan sering menganiaya dirinya, menolak permintaan itu.

 

Julaian lebih memilih hidup tenang bersama kedua anaknya dan memutuskan menetap di salah satu gampong dalam wilayah Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

 

Namun, nahas bagi Julaian. Ia secara tak sengaja bertemu lagi dengan suamianya di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (21/8) dini hari. Di sanalah penganiayaan kembali terjadi.

 

Korban bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 5 tahun langsung disiram dengan cairan soda api yang sudah dipersiapkan oleh tersangka dalam sebuah wadah botol minuman.

 

Cairan soda api itu mengenai wajah dan tubuh Julaian beserta bagian perut dan kaki anaknya. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung kabur dengan sepeda motor.

 

Keesokan harinya, kasus penyiraman cairan soda api itu dilaporkan oleh pihak korban ke ke Polresta Banda Aceh sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor: LPB/382/VIII/Yan.2.5/2019/SPKT, Rabu 21 Agustus 2019.

Merespons laporan itu, pihak Polresta Banda Aceh dipimpin Kanit Jatanras Satuan Reskrim, Ipda Krisna Nanda Aufal STrK langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya keberadaan tersangka terdeteksi di Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

 

Tanpa buang waktu, polisi langsung mengejar dan meringkus laki-laki asal Binjai, Sumatera Utara tersebut yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor Honda Supra X.

 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH dalam keterangannya kepada wartawan mengungkapkan kasus penyiraman soda api yang dilakukan tersangka Azrul terhadap korban merupakan penganiayaan paling fatal.

 

"Sebelum-sebelumnya tersangka sudah kerap melakukan penganiayaan terhadap istrinya tapi penganiayaan kali ini paling fatal, yakni menyiram cairan soda api ke wajah istrinya, sehingga wajah korban saat ini luka berat dan matanya menjadi rabun," kata Kapolresta melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK kepada Prohaba, Senin (26/8).

 

Menurut AKP Taufiq, tersangka kini diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani proses hukum. Barang bukti kejahatan yang disita polisi antara lain wadah botol air minum, tempat cairan soda api itu disiramkan kepada istri dan anaknya.

Tersangka dibidik Pasal 351 Ayat 2 tentang perbuatannya yang mengakibatkan luka-luka berat dan diancam pidana paling lama 5 tahun.(mir)


Editor : hasyim