Prohaba.co
Objek Wisata Tapak Tuan Tapa, Maut di Hari Pantang
Sabtu, 24 Agustus 2019 10:40 WIB
serambinews_tuan.jpg

TAPAKTUAN – Objek Wisata Tapak Tuan Tapa di Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, kembali merenggut korban. Musibah yang menimpa dua mahasiswa asal Sumatera Utara (Sumut) kali ini juga terjadi pada hari Jumat yang oleh masyarakat lokal dianggap sebagai hari pantang.

 

 Seperti diberitakan, dua mahasiswa yaitu Antoni Marbun (22) warga Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasunduta, Sumut dan Bonano Yogi Napitupulu (21), asal Abepura, Kabupaten Jayapura, Papua terseret arus ketika mandi-mandi di objek wisata pantai Tapak Tuan Tapa, Jumat (23/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Merespons kejadian itu, Tim Satgas SAR Aceh Selatan langsung ke lokasi melakukan pencarian. Tak lama kemudian, seorang korban atas nama Antoni Marbun ditemukan dalam kondisi meninggal. Sedangkan rekannya, Bonano Yogi hingga pukul 16.00 WIB kemarin masih dalam pencarian.

 

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE kepada Prohaba mengatakan, proses pencarian sempat dihentikan pada saat shalat Jumat. Selanjutnya, ba’da Jumat misi dilanjutkan namun hingga sore kemarin korban atas nama Bonano Yogi belum ditemukan.

 

“Jenazah korban atas nama Antoni Marbun masih disemayamkan di RSU Tapaktuan sedangkan pencarian korban berikutnya masih terus berlanjut,” ujar May Fendri yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (23/8) sekitar pukul 16.15 WIB.

 

Informasi yang dihimpun Prohaba menyebutkan, musibah yang menimpa dua mahasiswa asal Sumut tersebut terjadi pada hari Jumat yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai hari pantang.

 

“Banyak kejadian selama ini pada hari Jumat yang merupakan pantang (melakukan aktivitas termasuk mandi-mandi di laut), dan kini kembali terulang. Sayangnya masyarakat pengunjung banyak yang tidak tahu karena tidak ada arahan atau rambu-rambu pemberitahuan dari pihak terkait,” kata Zulkarnain, seorang warga Tapaktuan.

 

Menanggapi berulangnya kejadian terseret arus di objek wisata Tapak Tuan Tapa---termasuk objek-objek wisata lainnya--Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri meminta Dinas Pariwisata menempatkan petugas pengawas di lapangan.

 

“Ini penting agar masyarakat mendapat informasi tentang lokasi-lokasi rawan termasuk kawasan-kawasan yang terlarang pada hari-hari tertentu,” kata May Fendri.

 

Selain petugas pengawas, juga harus ada rambu-rambu peringatan yang mudah terlihat oleh pengunjung, apalagi pengunjung dari luar daerah yang tidak mengetahui kondisi setempat.

 

Di lokasi objek wisata Tapak Tuan Tapa, misalnya, selama ini sering terjadi musibah pada hari Jumat yang oleh masyarakat lokal disebut sebagai hari pantang. “Nah, ini pun harus disosialisasikan agar pengunjung juga menghormati kearifan lokal setempat,” demikian May Fendri. (tz/nas)


Editor : bakri