Prohaba.co
Akhir Tragis Gadis Nagan
Kamis, 22 Agustus 2019 16:45 WIB
serambinews_bunuh.jpg

BANDA ACEH - Gadis berumur 25 tahun itu bernama Lia Yulrifa. Sorot matanya yang teduh semakin menyempurnakan kelembutan wajahnya. Gadis yang akrab disapa Lia ini tampak anggun dalam balutan hijab. Senyumnya yang dikulum seolah menyimpan selaksa makna.

Begitulah penggambaran sosok Lia berdasarkan foto close-up yang beredar di media sosial sejak pukul 13.10 WIB, Rabu (21/8).

Lia yang tercatat sebagai mahasiswi di salah satu fakultas di Unsyiah, Banda Aceh berasal dari Desa Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Namun, berdasarkan data kependudukan (KTP) tercatat gadis kelahiran Ujong Krueng, 20 Oktober 1993 ini beralamat di Desa Tanjong Selamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Foto Lia Yulrifa--bersama sejumlah dokumen lainnya-- beredar beberapa saat setelah gadis tersebut ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung dengan posisi terjerat tali kain (jilbab) di kusen pintu kamar rumah kontrakannya di Lorong Tgk Di Teupien, Dusun Puklat, Desa Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (21/8).

Informasi dihimpun Prohaba dari berbagai sumber termasuk sumber resmi kepolisian menyebutkan, posisi korban dalam keadaan tergantung dilihat pertama sekali oleh Putri Eliza (19), mahasiswi UIN Darussalam yang merupakan adik sepupu korban.

Di rumah kontrakan tersebut, Lia tinggal sekamar dengan Putri Eliza. Namun, Putri Eliza akhir-akhir ini lebih sering di asrama, hanya sesekali pulang untuk mencuci pakaian. Satu kemar lainnya di rumah itu ditempati oleh dua rekan mereka namun saat kejadian sedang pulang kampung.

Pada Rabu siang kemarin, ketika saksi (Putri Eliza) pulang ke rumah untuk mencuci pakaian, dia mendapati pintu rumah tertutup. "Ketika pintu rumah dibuka langsung terlihat korban dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamarnya," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Krueng Barona Jaya, Iptu M Hasan sebagaimana dilansir Serambinews.com.

Seorang warga Meunasah Papeun menceritakan, melihat kakak sepupunya dalam posisi tergantung, Putri Eliza langsung berlari memberitahukan tetangga.

"Kebetulan tak jauh dari rumah kejadian sedang ada kenduri 10 hari meninggal, makanya masyarakat sedang berkumpul. Kami secepatnya memastikan kejadian itu," kata Subhan, relawan RAPI yang juga Sekretaris Pemuda Gampong Meunasah Papeun.

Tak lama berselang, tim kepolisian tiba di lokasi melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti termasuk memasang police line. selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RSUD Zainoel Abidin. Tadi malam jenazah almarhumah dibawa pulang ke kampung asalnya di Nagan Raya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Krueng Barona Jaya, Iptu M Hasan yang dikonfirmasi tentang penyebab kematian Lia Yulrifa mengatakan kasus itu sedang dalam pengusutan pihaknya.

"Namun kuat dugaan korban bunuh diri. Indikasi itu setelah kami menanyakan ke dr Taufik yang memeriksa kondisi jenazah. Di tubuh korban juga tak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Iptu M Hasan.(nas/mir)


Editor : bakri