Prohaba.co
Tiga Warga Naik Rakit Seorang Diterkam Buaya, Insiden di Sungai Jamur Batang, Aceh Timur
Kamis, 1 Agustus 2019 11:44 WIB
serambinews_buaya.jpg
DOK POLRES ACEH TIMUR
WARGA berkoordinasi dengan pihak keamanan sebelum melakukan pencarian korban diterkam buaya di aliran Sungai Jamur Batang, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Rabu (31/7).
IDI – Targis. Begitulah gambaran musibah yang dialami tiga warga Dusun Ketibung, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur. Salah seorang dari mereka diterkam buaya ketika turun dari rakit kayu yang mereka gunakan untuk menyeberang Sungai Jamur Batang di wilayah desa tersebut, Rabu (31/7) siang. Hingga sore kemarin korban belum ditemukan.

Warga yang jadi korban terkaman buaya tersebut bernama Merdu alias Aman Rukisah (55). Sedangkan dua temannya, Karsani (19) dan Syehtawaruddin (25) selamat.

Informasi yang dihimpun Prohaba dari berbagai sumber menyebutkan, musibah itu terjadi pada Rabu (31/7) siang sekitar pukul 12.00 WIB saat ketiga warga tersebut pergi ke kebun menyeberangi Sungai Jamur Batang dengan rakit kayu.

Masih di aliran sungai tersebut, tepatnya ketika memasuki Dusun Lubuk Kedinah, Gampong Bunin, Aman Rukisah turun ke sungai karena rakit tersangkut sesuatu.

"Setelah turun ke sungai korban langsung diterkam buaya. Kedua teman korban berusaha membantu namun gagal, karena korban ditarik ke tengah sungai dan langsung menghilang,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro melalui 

Kapolsek Serbajadi, AKP Ahmad Yani.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi mengatakan, setelah menerima laporan kejadian pihaknya langsung turun ke lokasi untuk misi pencarian. Tim yang terlibat dalam operasi tersebut dari BPBD, Satgas SAR, aparat TNI/Polri, dan masyarakat setempat. Namun hingga Rabu sore kemarin korban dilaporkan belum ditemukan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo dalam keterangannya yang dilansir Kompas.com edisi 12 Juni 2019 menyatakan, sungai Aceh Timur (dia menyebut contoh sungai di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron) merupakan habitat buaya. Menurutnya, masyarakat setempat sudah mengetahui kondisi itu.


Terhadap kondisi itu, menurut Kepala BKSDA Aceh, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi ke masyarakat dan memasang papan pengumuman di sepanjang daerah aliran sungai. “Ini agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai,” kata Sapto Aji merespons kasus dua warga Peunaron Baru yang diterkam buaya, beberapa waktu lalu.


Saat ditanya perkiraan jumlah buaya di sungai itu, menurut Sapto terbilang banyak. “Kami akan usulkan kegiatan inventarisasi populasi buaya di habitat-habitatnya ke kementerian,” kata Kepala BKSDA Aceh, bulan lalu.

Mengenai laporan terbaru tentang serangan buaya terhadap seorang warga Dusun Ketibung, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, belum diperoleh konfirmasi dari Kepala BKSDA Aceh, apakah aliran Sungai Jamur Batang—lokasi kejadian—juga termasuk dalam ‘zona” habitat buaya seperti disampaikan Sapto Aji sebelumnya.

Aliran Sungai Jamur Batang merupakan salah satu cabang Krueng Peureulak. Sedangkan Krueng Peureulak itu sendiri melewati beberapa kecamatan seperti Peunaron, Ranto Peureulak, hingga ke kawasan muara di Peureulak Barat  dan Peureulak Kota.

Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi—lokasi kejadian terbaru—berada di bagian hulu Krueng Peureulak. Di sepanjang aliran Krueng Peureulak mulai dari hulu sampai ke muara banyak aktivitas warga baik yang menggantungkan hidup dari hasil sungai maupun jalur transportasi untuk menyeberang dengan sampan atau rakit.(c49/nas)

Editor : bakri