Prohaba.co
Di Subulussalam, Polisi Gulung Komplotan Curanmor
Jumat, 5 Juli 2019 15:20 WIB
SUBULUSSALAM - Polsek Simpang Kiri, Polres Aceh Singkil, Kota Subulussalam merespons keresahan masyarakat terkait maraknya aksi pencurian sepeda motor (curanmor) selama ini. 

Menurut informasi yang dihimpun Prohaba, dalam kurun dua bulan terakhir, polisi menggulung komplotan curanmor, termasuk spesialis kunci tinggal, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (4/7) di Mapolsek Simpang Kiri.

Dalam konferensi pers tersebut, polisi memperlihatkan barang bukti bersama tiga pelaku curanmor. Komplotan curanmor yang diungkap ini merupakan pelaku antarkabupaten di wilayah pantai barat selatan.

Kapolsek Simpang Kiri, Iptu RJ Agung Pratomo didampingi Kanitreskrim Aipda Zulfikar pengungkapan kasus ini dimulai Mei lalu menyusul sederet kasus curanmor di sana. Polisi berhasil meringkus tiga anggota komplotan curanmor yang selama ini beroperasi di Subulussalam. Ketiga pelaku yang sudah menjadi tersangka ini berbeda kelompok.

Kelompok Subulussalam berinisiam ER (22) dan JL (18). Keduanya warga Subulussalam dan melakukan aksi pencurian sepmor di wilayah Subulussalam. Barang curian mereka dijual keluar daerah. “Dua pelaku warga Subulussalam dan ini pemain di Subulussalam,” kata Kapolsek Iptu RJ Agung.

Lalu, tiga pelaku lain merupakan antarkabupaten di wilayah pantai barat selatan Aceh. Dua pelaku sudah ditangkap masing-masing di Polsek Samatiga Aceh Barat dan satu orang di Kluet Selatan, Aceh Selatan oleh Polsek Simpang Kiri berinisial M. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejeran alias DPO.

Polisi juga memperlihatkan tiga unit sepmor sebagai barang bukti dan dua perantara. Kemudian satu karung sparepart sepmor berupa bodi atau kap yang sudah dipreteli.

Pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 4E dengan ancaman maksimal 7 tahun. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam berkendaraan. “Jangan sampai teledor meninggalkan kunci di sepmor. Malah sebaiknya itu menggunakan kunci ganda. Jangan sampai alasan karena dekat lantas kunci sembarangan tidak dilepas,” imbau Kapolsek Iptu RJ Agung.(lid)

Editor : bakri