Prohaba.co
Ditabung Bertahun-tahun, Uang Musnah Terbakar
Sabtu, 29 Juni 2019 10:13 WIB
serambinews_uang.jpg
M Amin penduduk Pasar, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, duduk dekat tumpukan uang miliknya yang terbakar bersama rumah tempat tinggalnya, Jumat (28/6).
SINGKIL – Miris benar nasib yang dialami M Amin (60), warga Desa Pasar, Kecamatan  Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Rumah yang ditempatinya terbakar, menjelang shalat Jumat (28/6). 

Kesedihan yang mendera duda tak punya anak itu semakin lengkap karena uang sekitar Rp 20 juta termasuk emas 12,5 gram yang ditabungnya bertahun-tahun hangus dilalap si jago merah. Informasi yang dihimpun  Prohaba, kebakaran menjelang shalat Jumat itu terjadi ketika M Amin sedang melayat ke Pulau Sarok yang  berjarak sekitar 1 km dari rumahnya. Lelaki uzur itu baru mengetahui musibah setelah api berkobar besar.

Melihat rumahnya terbakar, Amin histeris bahkan berusaha menerobos kobaran api sambil berteriak, uangku, uangku. Masyarakat yang melihat itu secepatnya mengamankan Amin. Rumah yang terbakar itu pun bukan miliknya tetapi milik almarhum Afis yang ditempati Amin ketika rumah itu kosong sejak 15 tahun lalu.

Menurut Amin, yang terbakar bukan hanya uang sekitar Rp 20 juta yang ditabungnya selama bertahun-tahun dari hasil jualan ayam. Uang itu disimpannya di bawah seng depan kamar dalam bungkusan amplop. Benar saja, ketika warga berusaha mencari di puingpuing kebakaran memang ditemukan uang kertas pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 yang sudah hangus.

Namun emas yang juga ikut terbakar belum berhasil ditemukan. Kebakaran diketahui pertama sekali oleh anakanak tetangga korban sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam sekejap api membesar  dan menghanguskan semua bagian rumah. Tak ada yang bisa diselamatkan meski mobil pemadam tiba di lokasi dalam hitungan menit. “Anak-anak  yang pertama melihat kebakaran itu,” kata Fardi Akwin, tetangga korban yang turut berjibaku memadankan api. 

Sumber api yang membakar rumah berkontruksi kayu itu diduga dari obat nyamuk bakar. Hal itu sesuai pengakuan korban yang meninggalkan rumah dalam kondisi obat nyamuk masih menyala. “Ya, kemungkinan besar  dari api obaty nyamuk,” ujar M Amin, lirih.(de)


Editor : bakri