Prohaba.co
Feradayanti Mahmud, Total untuk Kemanusiaan
Jumat, 21 Juni 2019 11:20 WIB
serambinews_artis.jpg
Feradayanti Mahmud
DI usianya yang masih relatif muda, Feradayanti Mahmud sudah total memilih jalur aktivitas kemanusiaan. Niatnya untuk terus bersedekah telah mengantarnya menjadi pionir Gerakan Berbagi Nasi (Bernas) Aceh Tamiang. Jumat merupakan hari yang sibuk bagi Fera. Bungsu enam bersaudara ini harus mendata bantuan masyarakat untuk segera disalurkan kepada warga yang berhak. Ya, terhitung sejak November 2018, Fera bersama tiga rekannya mulai merintis Gerakan Bernas, sebuah aksi donasi nasi bungkus yang disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di setiap Jumat.

Sebuah warung kopi di depan kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang menjadi posko untuk melayani para donatur. Nasi bungkus yang dibagikan ini merupakan donasi warga. “Kami menerima donasi dalam bentuk nasi bungkus dan uang tunai. Uang tunai yang dikumpulkan nantinya sebagian dibelikan nasi bungkus juga,” kata Fera, ketika bincang-bincang dengan Prohaba, Rabu (19/6).

Ide awal mendirikan Gerakan Bernas ini bukan tanpa konsep matang. Alumni Akademi Komunitas Negeri PDD IPB Aceh Tamiang ini awalnya melihat semangat sedekah masyarakat cukup tinggi, namun terkesan tidak tersalurkan. 

Berdasarkan pemikiran ini, Fera kemudian bersama tiga rekannya mencoba memulai mengumpulkan 20 nasi bungkus. Dia sengaja memilih nasi karena kebutuhan pokok masyarakat dan tidak memberatkan donatur. “Modal awal hanya 20 bungkus nasi. Itupun kami sendiri yang bawa, masing-masing dari kami berempat membawa lima bungkus,”  kata Fera.

Tak perlu waktu lama, aksi sosial ini langsung disambut hangat warga. Melalui jejaring pertemanan, pekan kedua jumlah nasi bungkus yang dikumpulkan sudah mencapai puluhan dan kini sudah mencapai 400-an bungkus.  Gadis berkacamata ini pun tidak mau berhenti sampai di sini. Seolah misi kemanusiaannya belum maksimal, dia bersama relawan  lainnya berniat menjadikan Gerakan Bernas memiliki badan hukum. Alasannya cukup sederhana, agar seluruh aktivitas transaksi donatur lebih rapi dan transparan. 

“Niat kami hanya untuk meningkatkan rasa berbagi. Mudah-mudahan kami bisa menjadi wadah yang baik dan amanah bagi masyarakat  yang ingin bersedekah,” ucapnya. (rahmad wiguna)

Editor : bakri