Prohaba.co
Sadis, Kepala Sopir Travel Dikapak, Leher Dijerat
Selasa, 11 Juni 2019 10:57 WIB

SINGKIL - Proses penyelidikan terhadap tersangka pembunuh sopir travel yang mayatnya ditemukan di sekitar Desa Pangkalan Sulampi, Aceh Singkil pada 1 Juni 2019 terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hadi Nurfathon (32) selaku tersangka pembunuh sopir travel bernama Syafriansyah (26) kepada polisi mengaku sebelum membawa kabur mobil, terlebih dahulu membunuh korban di sekitar areal perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Lembah Bakti dengan cara memukul kepalanya dengan kapak, gancu serta menjerat leher korban dari belakang.

Setelah memastikan korban mati, tersangka yang merupakan warga Krueng Itam Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya yang telah bermukim di Gunung Meriah sejak enam bulan lalu memindahkan jenazah korban ke jok belakang. Kemudian membawa mobil dan membuang jasad korban di sekitar Desa Pangkalan Sulampi, hingga jasadnya ditemukan warga pada 1 Juni 2019.

Informasi terkait hasil penyelidikan tersebut disampaikan Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Argamuda SIK didampingi Kabagops, AKP Erwin dan Kasat Reskrim, AKP Fauzi kepada Proaha, Senin (10/6). “Tersangka sudah melakukan perencanaan sebelum melakukan pembunuhan dan perampokan, sejuh ini tersangka pelakunya masih tunggal,” kata Kapolres Aceh Singkil.

Kasus itu sendiri terungkap dari pengembangan pemeriksaan 10 saksi yang akhirnya mengarah pada tersangkanya yang berada di Nagan Raya. Tak lama kemudian tersangka berhasil diringkus melalui pengejaran yang terbilang dramatis.

Ketika dipergoki, tersangka mengendarai Kijang LGX. Ketika dihentikan malah kabur yang hampir saja menabrak polisi yang melakukan penghadangan.

Melihat buruannya lari, polisi tak tinggal diam langsung melakukan pengejaran hingga pelaku menyerah setelah polisi melepaskan tembakan peringatan.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti di antaranya pelat nomor polisi palsu BK 1969 JV yang masih berlumuran darah, telepon genggam, dompet beserta identitas milik korban, STNK dan mobil curian. “Tersangka dijerat pasal berlapis, perencanaan pembunuhan dan perampokan dengan ancaman penjara paling rendah 15 tahun,” jelas Kapolres Aceh Singkil.(de)


Editor : bakri