Prohaba.co
Serangan Jantung, Napi Sabu Meninggal
Senin, 10 Juni 2019 10:08 WIB
* Sempat Jatuh di Kamar Mandi LP Langsa

LANGSA - Seorang narapidana (napi) Lembaga Permasyarakatan (LP) Narkotika Langsa yang divonis 14 tahun penjara karena kasus narkotika jenis sabu bernama Sabdi Abdullah (39), warga Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, meninggal dunia, Minggu (9/6) pagi.

Kematian Sabdi Abdullah diyakini karena serangan jantung namun sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IDG) RSU Langsa untuk penanganan medis. “Tak lama di IGD, atau sekitar pukul 08.00 WIB, Sabdi Abdullah dinyatakan meninggal,” kata Kepala LP Narkotika Langsa, Yusrizal SH kepada Prohaba, Minggu siang kemarin. Berdasarkan keterangan medis menyebutkan kematian Sabdi Abdullah karena kasus jantung.

Menurut Yusrizal, Sabdi Abdullah divonis 14 tahun penjara oleh majelis hakim PN Sumatera Utara dan telah menjalani masa hukuman lima tahun.

Sebelumnya dia menjalani hukuman di LP Tanjung Gusta Medan dan selanjutnya dipindah ke LP Kuala Simpang, Aceh Tamiang. “Sekita tiga atau empat bulan lalu Sabdi Abdullah dipindah ke LP Narkotika Langsa. “Selama di sini (LP Narkotika Langsa), dia berkelakuan baik, tidak pernah bermasalah,” ungkap Yusrizal.

Dikatakan Yusrizal, pada Minggu pagi sebelum dilarikan ke IGD RSU Langsa, Sabdi Abdullah sempat terjatuh di kamar mandi LP. “Petugas kita langsung melarikannya ke rumah sakit. Ikut juga istrinya mendampingi,” kata Yusrizal.

Dari IGD RSU Langsa, jenazah Sabdi Abdulah langsung diantar ke rumahnya di Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur oleh beberapa sipir LP Narkotika didampingi pihak keluarga. 

Di  kalangan sipir LP Narkotika Langsa, sosok napi bernama Sabdi Abdullah dikenal tak pernah membuat masalah. Pada malam menjelang meninggal dunia, Sabdi dilaporkan sehat-sehat saja dan duduk-duduk bersama napi lain serta sipir. Apalagi masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri 1440 H.

Malam itu, Sabtu (8/6), istri Sabdi Abdullah menginap di LP bersama seorang anaknya, karena telah kemalaman sehingga tidak pulang lagi. Ternyata malam itu menjadi malam terakhir bagi sang istri berkumpul dengan suaminya. Begitu juga bagi anak mereka.

“Selama ini Sabdi Abdullah juga menjalani pengontrolan kesehatan di klinik LP Narkotika karena penyakit jantung yang dideritanya,” kata Kepala LP Narkotika Langsa, Yusrizal.

Menurut Yusrizal, ketika meninggal dunia, di tubuh jenazah tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan seperti bekas pukulan, benturan, atau hantaman benda tumpul dan tajam. Karena itu, istri Sabdi Abdullah tak mengizinkan suaminya divisum tetapi langsung meminta dibawa pulang ke kampungnya di Bagok, Aceh Timur.(zb)

Editor : bakri