Prohaba.co
Pria Singkil Dihipnotis, Emas untuk Bekal Naik Haji Raib
Minggu, 26 Mei 2019 10:31 WIB
SINGKIL - Seorang pria paruh baya, warga Bulusema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil bernama Iddal Bancin mendadak linglung setelah menyadari dirinya jadi korban penipuan oleh orang-orang yang menyaru sebagai penjual batu delima. Perhiasan emas milik istrinya untuk bekal ongkos naik haji (ONH), uang modal warung, dan buku tabungan raib dibawa pelaku, Sabtu (25/5).

Iddal Bancin ditemukan oleh Azwar Ramnur, Komisioner Panwas Aceh Singkil dalam kondisi linglung di kawasan Terminal Terpadu Subulussalam. Waktu itu Azwar yang mengenal korban sedang di dalam mobil menunggu istrinya belanja. Dia melihat Iddal terus berkeliling tak tentu arah.

Mencium gelagat tak beres itu, Azwar turun dari mobil menghampiri korban yang terlihat linglung. Setelah ditenangkan dengan berbagai macam cara, baruluh ia menyadari telah menjadi korban penipuan dengan cara yang diduga hipnotis. “Sangat sulit mengembalikan ingatan Iddal. Dia tampak sangat lemas dan menangis. Setelah ramai warga menghampirinya barulah dia bisa bercerita,” kata Azwar.

Menurut penuturan Iddal, saat sedang di Pasar Bulusema dia melihat dua laki-laki tak dikenal sedang tawar menawar batu berwarna merah yang biasa diidentikkan dengan batu merah delima. Iddal ikut nimbrung dalam transaksi yang disinyalir hanya sandiwara dari pelaku untuk menyasar korban.

Seorang pelaku yang disapa Haji oleh pelaku lainnya sebagai calon pembeli mengajak Iddal patungan membelinya. Kala itu korban sempat mengatakan tidak membawa uang. Namun setelah dibujuk rayu oleh pelaku dan ‘calon pembeli lainnya’, Iddal terpancing.

Tanpa perasaan curiga, Iddal pulang ke rumah mengambil perhiasan emas istri yang disimpan untuk ongkos naik haji. Iddal juga mengambil buku tabungan berisi uang sekitar Rp 20 juta dan uang modal jualan Rp 1,2 juta.

Setelah mengumpulkan emas, buku tabungan, dan uang modal jualan, Iddal bergegas kembali ke pasar menemui pelaku. 

Dari Pasar Bulusema yang berada persis di pinggir jalan Singkil-Subulssalam, korban dibawa naik mobil Avanza menuju Subulussalam. Tiba di sekitar terminal Subulussalam, sebelum menerima batu merah delima, korban diminta pergi shalat. “Nah saat kembali pelaku sudah tidak ada, korban pun terus keliling mencari sampai akhirnya saya melihat perilaku korban yang sangat ganjil itu,” jelas Azwar Ramnur.

Meyakini korban sudah tertipu, Azwar menelepon Safi’i, adik korban yang merupakan Sekcam Suro. Selanjutnya korban dibawa pulang ke rumahnya. “Pihak keluarga segera akan melaporkan kasus ini ke polisi,” kata Azwar.(de)

Editor : bakri