Prohaba.co
WH Gerebek Warung di Meulaboh, Nasi, Ikan Lado, dan 5 Pelanggan Diangkat
Selasa, 21 Mei 2019 10:56 WIB
serambinews_wh.jpg
PROHABA/RIZWAN
KABID Wilayatul Hisbah (WH) Dinas Satpol PP/WH Aceh Barat, Aharis Mabrur (kiri) didampingi anggota WH memperlihatkan barang bukti makanan dan minuman yang ditangkap bersama lima warga yang sedang makan siang pada bulan Ramadhan di sebuah warung di Meulaboh, Senin (20/5).
MEULABOH – Tim Satpol PP/WH Aceh Barat, Senin (20/5) sekira pukul 11.30 WIB menangkap lima warga yang sedang asyik makan dan minum dalam bulan Ramadhan di sebuah warung kawasan Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

Informasi diperoleh Prohaba, penggerebekan itu dilakukan tim Satpol PP/WH dibantu personel Polres, Kodim, dan Denpom IM/2 Meulaboh. Lima warga yang terjaring dalam operasi penertiban itu diboyong ke Markas WH untuk proses penyelidikan dan pembinaan.

Tim ikut menyita sebuah cosmos yang berisikan nasi, ikan lado, teh dingin, dan rokok. Lima warga terjaring adalah RD, MM, RA, PS, HD yang tercacat semuanya warga Meulaboh yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja swasta.

Plt Kadis Satpol PP/WH Aceh Barat, Azim SAg MSi didampingi Kabid WH, Aharis Mabrur SHI MH mengatakan, penangkapan kelima warga ini setelah mendapat laporan dari masyarakat ada sebuah warung yang buka dan melayani warga makan minum. “Selain mengamankan lima warga ini juga ikut menyita sejumlah barang bukti,” katanya.

Menurut Aharis, penangkapan warga tersebut merupakan bentuk pengawasan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Tim turun ke sejumlah titik guna memastikan bahwa bulan Ramadhan ini dijaga dan tidak ada yang berjualan terlebih dari pagi hingga Ashar.

Dikatakannya, terhadap lima warga ini diberikan pembinaan oleh petugas WH serta diberikan ceramah agama untuk tidak mengulangi perbuatan serta mengajak supaya mau berpuasa, apalagi mereka merupakan warga muslim dan menetap di Aceh.

Aharis mengakui setelah diberikan pembinaan mereka dikembalikan kepada keluarga setelah dibuatkan pernyatakan tidak mengulangi lagi perbuatan serupa. Namun ke depan bila kedapatan dan mengulangi akan diproses sesuai aturan berlaku. Sedangkan barang bukti (BB) makanan dan minuman disita dan dimusnahkan.

Juga dilaporkan, pada Senin kemarin Tim gabungan dari WH Aceh Barat juga mendatangi satu lokasi di kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh. Sejumlah warga yang dilaporkan tidak berpuasa melarikan diri. “Mereka melarikan diri namun pada lokasi itu tidak ditemukan barang bukti,” kata Aharis.(riz)

Editor : bakri