Prohaba.co
Jambret Makin Nekat di Bireuen
Selasa, 21 Mei 2019 10:54 WIB
* Giliran Guru TK Jadi Korban
* Kasus Ketiga Selama Ramadhan

BIREUEN - Pelaku tindak kejahatan penjambretan dilaporkan semakin nekat beraksi di wilayah Bireuen. Selama Ramadhan ini saja tercatat sudah tiga korban yang disasar pelaku. Kasus terbaru terjadi Minggu (19/5) malam menimpa seorang guru TK bernama Fitriani.

Seperti diketahui, Sabtu, 11 Mei 2019 seorang dokter umum bernama Syarifah Maisura bin Said Usman (28), warga Desa Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Bireuen dijambret ketika sedang melaju dengan sepeda motor di kawasan Desa Paya Bieng, Kecamatan Jangka. Korban sempat melakukan perlawanan meski harus terjatuh ke parit jalan mengakibatkan patah tulang rusuk.

Berikutnya, pada Senin malam, 13 Mei 2019, pukul 22.00 WIB atau pada hari ke-7 puasa Ramadhan 1440 H, pasangan suami istri berusia lanjut, M Yusuf Ali (73) dan Nuraini (60), warga Desa Geudong-geudong, Kota Juang Bireuen menjadi korban jambret oleh dua pria di ruas jalan elak Reuleut, Kota Juang Bireuen. Satu dompet berisi uang Rp 5 juta serta emas lima mayam lewong dibawa pelaku.

Kasus terbaru dialami seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) Juli Paseh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen bernama Fitriani (35) yang harus kehilangan uang, handphone, dan surat-surat penting lainnya.

Fitriani dilaporkan dijambret pada Minggu (19/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Gampong Raya Dagang, Peusangan. Pelakunya menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion.

Kejadian berawal ketika korban bersama suaminya, Kurnia Irawan (40) mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 dari Juli tujuan rumah adiknya di Bathupat, Kota Lhokseumawe.

Sesampai di kawasan Gampong Raya Dagang, di lokasi jalan menikung tiba-tiba dari belakang dipepet pengendara sepeda motor lain yang langsung menarik tas di pangkuan korban. Usai melakukan aksinya, pelaku tancap gas ke arah Medan. “Korban tidak sempat mengelak karena aksi pelaku begitu cepat,” kata Rajab, seorang keluarga korban kepada wartawan, kemarin.  

Korban bersama suaminya sempat mengejar pelaku, namun gerakan mereka kalah cepat dari pelaku. Adapun isi tas yang dijambret antara lain handphone Android Xiomi, handphone GSM, SIM C, KTP, kartu BPJS atas nama Fitriani, M Farhan Fadillah, Fadhel Muhammad, STNK Honda Vario 125, dan uang tunai Rp 400 ribu.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kapolsek Peusangan, Iptu Salamuddin kepada Prohaba, Senin (20/5) membenarkan kasus penjambretan yang menimpa korban Fitriani bersama suaminya. Kasus itu sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian.(yus)

Editor : bakri