Prohaba.co
Rumah dan Gudang Terbakar
Kamis, 28 Maret 2019 15:13 WIB
IDI - Satu rumah dan satu gudang yang sama-sama berkonstruksi kayu di dua lokasi terpisah, Rabu (27/3), terbakar. Rumah yang diamuk si jago merah adalah milik Kamarul Watan, warga Dusun Lahuda, Gampong Tanjung Kapai, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Sementara gudang yang terbakar di bagian belakangnya saja berlokasi di pinggir tambak kawasan Desa Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Rumah Kamarul Watan di Dusun Lahuda, Gampong Tanjung Kapai, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, terbakar pada Rabu (27/3) dini hari WIB. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, tapi korban rugi sekitar Rp 50 juta. Karena saat kejadian tak ada pemiliknya di rumah, sehingga tidak ada barang yang berhasil diselamatkan,” jelas Keuchik Tanjung Kapai, Munzir, kepada Prohaba, kemarin.

Keuchik mengaku tidak mengetahui dari mana sumber apinya. Sebab, warga tahu ada kebakaran saat api sudah membesar. Sehingga, saat mobil pemadam tiba di lokasi, rumah tersebut sudah ludes terbakar. “Sudah seminggu pemiliknya tidak ada di rumah. Namun kakak korban, Muslina, sudah mengetahui kejadian tersebut,” jelas Munzir.

Ditambahkan, korban membutuhkan bantuan tanggap darurat untuk tempat tinggal sementara dan tempat mencari nafkah. “Karena itu, kita mohon pemerintah membantu korban. Nanti, dari ADG kami juga akan berupaya membantunya,” pungkas Keuchik Tanjung Kapai.

Sementara itu, gudang berkonstruksi kayu di pinggir tambak kawasan Desa Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Rabu  (27/3) sekitar pukul 09.30 WIB, juga terbakar. Namun, cepatnya bantuan dari warga setempat dan petugas pemadam kebakaran Bireuen melakukan pemadaman, api hanya menghanguskan bagian belakang gudang itu. Gudang yang terbakar merupakan tempat jaringan listrik untuk tambak udang dan berisi peralatan lain milik Dek Gam (35), warga Desa Meunasah Gadong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Informasi yang diperoleh Prohaba dari Dek Gam, saat itu ia sedang berada di tambak udang depan gudang. Ia melihat percikan api di gudang yang berdekatan dengan beberapa rumpon bambu. “Awalnya saya pikir sampah yang terbakar, tapi kemudian api langsung membesar. Karena itu, saya langsung bergerak ke gudang dan ternyata bagian belakangnya terbakar,” ujarDek Gam didampingi Idris Zainol (37), warga setempat.

Sejumlah warga segera membantu memadamkan api dan sebagian lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) Bireuen.  Beberapa saat kemudian, regu B Damkar Bireuen tiba di lokasi dan langsung membantu memadamkan api sekaligus menyiram ke sejumlah rumpon bambu guna mencegah api menjalar.

Dek Gam menambahkan, bagian belakang gudang miliknya terbakar. Ia memperkirakan api itu bersumber dari korsleting listrik. “Di gudang ukuran 3 x 5 meter berkonstruksi kayu dan atap seng itu ada tiga meteran listrik untuk mengaliri arus listrik ke kincir air di tambak udang milik mereka,” pungkasnya.(c49/yus)

Editor : bakri