Prohaba.co
Ibu Guru Dicopet, Uang dan Dokumen Penting Raib
Senin, 25 Maret 2019 11:57 WIB
LHOKSEUMAWE - Safriani (44), guru SMA Negeri 5 Lhokseumawe, dicopet saat ia sedang membeli tempe di kawasan Pasar Inpres, Lhokseumawe, Minggu (24/3) sekitar pukul 09.30 WIB. Akibatnya, uang Rp 1 juta lebih, kartu ATM Bank Aceh, STNK sepeda motor, SIM, dan sejumlah dokumen lain yang ada dalam dompet tersebut, raib

Ibu guru yang tercatat sebagai warga Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe tersebut, kepada Prohaba, kemarin, menjelaskan, awalnya ia mengambil sejumlah uang dari dompet untuk membeli tempe di kawasan Pasar Inpres Lhokseumawe. Setelah itu, dompet dimasukkan ke tas sandang miliknya. Usai membeli tempe, menurut Safriani, dirinya bergerak ke pedagang lain untuk membeli jeruk nipis. 

Saat hendak mengambil dompet di tempat tersebut, lanjutnya, ia baru mengetahui resleting tas sandangnya sudah terbuka. Saat diperiksa, ternyata dompet yang berisikan sejumlah uang dan dokumen penting lain sudah hilang. Dia sempat balik lagi ke tempat penjual tempe, tapi dompetnya tidak ditemukan di sana. 

“Penjual tempe itu mengatakan, saat saya berbelanja padanya ada seorang ibu yang juga hendak membeli tempe. Tapi, setelah memilih tempenya malah dikembalikan tanpa basa-basi dan pergi dengan buru-buru. Kemungkinan wanita itu pergi setelah mengambil dompet saya,” ungkap Safriani.

Untuk memblokir kartu ATM, tambah Safriani, ia sempat menghubungi call center Bank Aceh. Diketahui, kartu ATM milik Safriani baru saja diblokir karena ada upaya mencairkan uang dengan menggunakan PIN yang salah secara berulang-ulang. Selanjutnya, Safriani membuat laporan kehilangan tersebut ke Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe.(bah)  

Editor : bakri